RADAR BANYUWANGI - Kondisi cuaca di Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (26/8) diprakirakan relatif mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Berdasarkan informasi prakiraan BMKG Banyuwangi, cuaca cerah hingga cerah berawan akan mendominasi sejumlah kawasan wisata, sementara kondisi penerbangan dan penyeberangan juga diprakirakan relatif kondusif.
Pada Rabu (26/8), mayoritas destinasi wisata Banyuwangi diprakirakan mengalami cuaca cerah sejak pagi hingga sore.
Kondisi tersebut mencakup sejumlah objek wisata bahari dan pesisir, antara lain Pantai Boom Marina, Pulau Santen, Pantai Cemara, Pantai Bomo, Pantai Cacalan, Pulau Merah, Teluk Pangpang, Parang Semar, Grand Watu Dodol, serta Pulau Tabuhan.
Taman Nasional Alas Purwo di Tegaldlimo bahkan diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga malam hari.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang hendak melakukan kegiatan wisata luar ruang, meskipun pemantauan informasi cuaca tetap diperlukan karena kondisi atmosfer dapat berubah.
Di kawasan wisata alam dan pegunungan, cuaca cerah juga diprakirakan berlangsung pada rentang sekitar pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Beberapa lokasi yang masuk dalam prakiraan tersebut antara lain Geosite Ijen Sulfur dan Gunung Ijen di Licin, Air Terjun Jagir dan Kalibendo di Glagah, Green Gumuk Candi, Pinus Camp dan Air Terjun Temcor di Songgon, serta Wisata Alam Banyuanyar di Kalibaru.
Sementara itu, sejumlah tujuan wisata buatan dan ekowisata seperti De Djawatan, Cluring Waterpark, Agro Wisata Bukit Rayud, Kampung Primitif, Wisata Waduk Sidodadi, dan Pemandian Pancoran juga diprakirakan berada dalam kondisi cerah.
Suhu udara di wilayah dataran tinggi diperkirakan berada pada kisaran 15 hingga 28 derajat Celsius.
Adapun kawasan pesisir dan dataran rendah memiliki suhu sekitar 20 hingga 33 derajat Celsius.
Penerbangan Banyuwangi dalam Kondisi Mendukung
Kondisi cuaca di Bandar Udara Internasional Banyuwangi juga diprakirakan mendukung operasional penerbangan.
Laporan untuk periode 25 hingga 26 Agustus 2026 menunjukkan cuaca cerah berawan dengan angin dari arah tenggara berkecepatan sekitar 9 knot.
Jarak pandang mendatar dilaporkan mencapai 9 kilometer.
Sementara itu, awan rendah diprakirakan menutupi sebagian langit dengan ketinggian dasar sekitar 1.800 kaki.
Parameter tersebut menunjukkan kondisi atmosfer yang secara umum mendukung kegiatan penerbangan.
Meski demikian, informasi operasional terbaru tetap menjadi acuan bagi pengguna jasa penerbangan karena kondisi cuaca dapat mengalami perubahan.
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Relatif Aman
Kondisi perairan di sejumlah pelabuhan Banyuwangi pada 26 hingga 28 Agustus 2026 juga diprakirakan relatif stabil.
Di Pelabuhan Ketapang dan ASDP Gilimanuk, cuaca pada 26 Agustus diprediksi cerah berawan dengan suhu 22 hingga 30 derajat Celsius.
Kecepatan angin berada pada kisaran 3 hingga 8 knot dengan hembusan mencapai 14 knot.
Tinggi gelombang diprakirakan sekitar 0,1 hingga 1,25 meter.
Pada 27 hingga 28 Agustus, kondisi cuaca diperkirakan berubah menjadi berawan dengan tinggi gelombang tetap pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.
Di Pelabuhan Tanjung Wangi dan kawasan Boom, cuaca pada 26 Agustus juga diprakirakan cerah berawan.
Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,1 hingga 1,25 meter dengan kecepatan angin sekitar 2 hingga 15 knot.
Kondisi yang sedikit berbeda perlu diperhatikan di kawasan Grajagan.
Pada 26 Agustus, cuaca di Pelabuhan Perikanan Muncar dan Grajagan diprakirakan cerah hingga cerah berawan dengan tinggi gelombang 0,1 hingga 1,25 meter.
Namun, untuk 27 hingga 28 Agustus, nelayan dan pengguna jasa pelayaran di Grajagan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 1,25 sampai 2,5 meter dan terdapat potensi munculnya udara kabur.
Warga Diminta Waspadai Udara Kabur
Selain kondisi laut, BMKG juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi udara kabur pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB serta malam hingga dini hari, terutama antara pukul 22.00 hingga 01.00 WIB.
Fenomena tersebut diprakirakan terjadi di sejumlah kawasan perbukitan dan pedalaman, termasuk Songgon, Glagah, Licin, Srono, dan Kalibaru.
Kondisi jarak pandang yang menurun berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan, khususnya pada jalur pegunungan.
Pengendara diimbau berhati-hati saat melintasi jalur darat pegunungan pada malam hari.
Masyarakat yang hendak menuju destinasi wisata, menggunakan jalur penyeberangan, maupun melakukan aktivitas di laut juga disarankan tidak hanya mengandalkan prakiraan awal, tetapi mengikuti pembaruan informasi cuaca resmi BMKG.
Secara umum, periode 26 hingga 28 Agustus 2026 menawarkan peluang cuaca yang cukup mendukung bagi kegiatan wisata, penerbangan, dan mobilitas masyarakat di Banyuwangi.
Namun, potensi udara kabur di wilayah pedalaman serta peningkatan gelombang di Grajagan pada 27–28 Agustus menjadi faktor yang tetap perlu diperhitungkan dalam merencanakan perjalanan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : BMKG Banyuwangi