RADAR BANYUWANGI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Kondisi tersebut juga menjadi gambaran umum cuaca di Banyuwangi, meski karakter wilayah pesisir, dataran rendah, dan pegunungan membuat kondisi lokal dapat berbeda.
Prakirawan BMKG Adelia Febby menjelaskan bahwa sejumlah kota besar di bagian barat Indonesia berpotensi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal.
Surabaya, sebagai ibu kota Jawa Timur, termasuk dalam wilayah yang diprakirakan mengalami kondisi tersebut.
"Berikutnya adalah Serang; Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, dan Samarinda," ujar Adelia saat menyampaikan informasi cuaca dari Jakarta.
Di wilayah timur Indonesia, cuaca juga cenderung cerah berawan.
Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi penurunan jarak pandang di sejumlah daerah akibat udara kabur maupun asap.
"Sementara itu, potensi asap atau kabut terdapat di Manokwari dan Nabire; sedangkan udara kabur berpotensi terjadi di Mataram," kata Adelia.
Untuk Banyuwangi, kondisi geografis turut memengaruhi karakter cuaca antarkawasan.
Wilayah pesisir dan dataran rendah cenderung memiliki suhu lebih hangat, sementara kawasan perbukitan dan pegunungan mengalami suhu yang lebih rendah, terutama pada malam hingga dini hari.
Di kawasan pesisir Kecamatan Banyuwangi, seperti Pantai Boom Marina, Pulau Santen, dan Pantai Cemara, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga cerah sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga sore.
Suhu berada pada kisaran 20–30 derajat Celsius dengan angin dari arah selatan sekitar 24 kilometer per jam.
Kondisi yang relatif serupa diprakirakan terjadi di Kecamatan Kalipuro, termasuk kawasan Pantai Cacalan dan Waru Doyong.
Sementara itu, wilayah Pesanggaran, termasuk Pulau Merah dan Pantai Mustika, memiliki suhu sekitar 22–30 derajat Celsius dengan angin dari arah tenggara.
Cuaca cerah berawan juga berpotensi mendominasi wilayah Muncar, Blimbingsari, Kabat, dan Rogojampi.
Namun, memasuki malam hingga dini hari, sekitar pukul 22.00–04.00 WIB, sejumlah kawasan pesisir tersebut berpotensi mengalami udara kabur.
Berbeda dengan pesisir, kawasan dataran tinggi Banyuwangi memiliki suhu yang lebih rendah.
Di Kecamatan Licin, khususnya kawasan Geosite Ijen Sulfur dan Gunung Rante, suhu diprakirakan berkisar 15–24 derajat Celsius.
Angin bertiup dari barat dengan kecepatan sekitar 10–12 kilometer per jam.
Kawasan pegunungan tersebut diprakirakan cerah berawan pada siang hari.
Namun, masyarakat dan wisatawan perlu mengantisipasi udara kabur atau kabut ketika beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Kondisi sejuk juga terasa di kawasan agrowisata Kecamatan Glagah, termasuk Air Terjun Jagir, Kalibendo, dan Tamansuruh.
Suhu di wilayah ini berada pada kisaran 18–27 derajat Celsius.
Sementara itu, kawasan wisata alam di Kecamatan Songgon, seperti Green Gumuk Candi dan Mondoleko, serta wilayah Glenmore, termasuk Umbul Aga Puncak, memiliki suhu minimum sekitar 16–17 derajat Celsius.
Kondisi cuaca secara umum diprakirakan relatif mendukung aktivitas luar ruangan.
Cuaca cerah berawan dapat memberikan kondisi yang cukup mendukung bagi aktivitas masyarakat Banyuwangi, mulai dari kegiatan pertanian dan perekonomian hingga sektor pariwisata.
Meski demikian, perubahan kondisi atmosfer tetap perlu diperhatikan, khususnya bagi warga dan wisatawan yang melakukan perjalanan menuju wilayah pegunungan atau pesisir pada malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan prakiraan umum, tetapi juga mengikuti pembaruan informasi cuaca secara berkala.
Informasi tersebut penting untuk membantu menentukan waktu perjalanan, kegiatan wisata, maupun aktivitas luar ruangan lainnya.
"Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui website bmkg.go.id dan media sosial kami di @info.bmkg," tegas Adelia.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : BMKG Banyuwangi, Antara