RADAR BANYUWANGI - Perkembangan terbaru terkait kepulan asap di bagian selatan puncak Gunung Raung menunjukkan tren penurunan secara visual.
Asap yang sejak Rabu pagi (19/8) membumbung dari gunung berketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut sudah tidak lagi terlihat dengan kasatmata sejak Sabtu (22/8).
Meski pemantauan visual di lapangan menunjukkan kondisi yang makin tenang, petugas tidak lantas mengendurkan pengawasan.
Sebab, berdasarkan pemantauan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, masih terdeteksi adanya potensi bahaya di kawasan puncak.
Berdasar hasil pemantauan citra satelit pada Kamis (20/8) malam, masih terdeteksi adanya titik panas (hot spot) di area tersebut.
Hal ini mengindikasikan bahwa sumber panas di permukaan atau bawah vegetasi puncak selatan Gunung Raung belum sepenuhnya padam.
“Beberapa hari memang tertutup kabut, namun saat pagi sudah tidak terlihat asapnya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti.
Menurutnya, hilangnya kepulan asap secara visual belum bisa menjadi jaminan mutlak bahwa potensi kebakaran atau aktivitas panas telah usai.
"Secara visual sejak Sabtu (22/8) memang asap sudah tidak terlihat. Namun, dari pantauan citra satelit pada Kamis (20/8) malam masih tercatat adanya titik panas,” kata Agung.
Sementara itu, hingga kemarin (23/8) tim gabungan dari BPBD, Perhutani KPH Banyuwangi Barat, serta aparat terkait masih terus bersiaga dan memantau perkembangan situasi guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
"Sama-sama masih kami pantau, yang jelas kemunculan asap bukan karena erupsi," katanya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Radar Banyuwangi