Ruang Laktasi Diduga Jadi Titik Awal KMP Bontang Express II Terbakar

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:31 WIB
ASAP MEMBUBUNG TINGGI: Api membakar ruang laktasi KMP Bontang Express II yang sedang off di perairan dekat markas Lanal Banyuwangi, Jumat siang (21/8). (TANGKAPAN LAYAR)
ASAP MEMBUBUNG TINGGI: Api membakar ruang laktasi KMP Bontang Express II yang sedang off di perairan dekat markas Lanal Banyuwangi, Jumat siang (21/8). (TANGKAPAN LAYAR)

RADAR BANYUWANGI – Kebakaran melanda KMP Bontang Express II saat kapal dalam kondisi off dan lego jangkar di perairan Kampung, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jumat (21/8) siang. Korsleting listrik yang diduga berasal dari ruang laktasi menjadi penyebab awal kebakaran, namun api berhasil dikendalikan kru kapal dalam waktu sekitar 30 menit sehingga tidak merambat dan tidak menimbulkan korban.

Insiden terjadi ketika KMP Bontang Express II berada di sebelah selatan Lanal Banyuwangi. Kapal diketahui tidak sedang beroperasi dan berada di perairan dekat kawasan dermaga Lanal Banyuwangi.

Informasi awal yang diterima petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi menyebutkan, api pertama kali muncul dari ruang laktasi. Dugaan sementara, kebakaran dipicu gangguan pada instalasi listrik atau korsleting.

Api kemudian terlihat membara di bagian lain kapal, terutama area rooftop hingga buritan. Situasi tersebut langsung direspons anak buah kapal (ABK) yang melakukan pemadaman secara mandiri.

Api Padam Cepat

Perwira jaga KSOP Tanjungwangi Muhamad Iqbal mengatakan, laporan mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 13.47. Petugas kemudian melakukan pengecekan beberapa menit berselang.

“Info awal masuk sekitar pukul 13.47. Saya cek pukul 13.52 sudah padam,” kata Iqbal.

Kecepatan kru kapal dalam menangani api membuat kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar. Berdasarkan keterangan sementara, proses pemadaman dilakukan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia di kapal.

Saksi mata, Eko, juga menyebut kebakaran berlangsung relatif singkat. Kru kapal bergerak cepat untuk memadamkan api sebelum menjalar lebih luas.

“Hanya sekitar 30 menit, tidak lama. Dipadamkan sendiri oleh kru di dalam kapal,” ujarnya.

Tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut. Kondisi kapal yang sedang off juga membuat aktivitas penumpang tidak terdampak secara langsung.

Kapal Sekitar Sempat Bermanuver

Meski api dapat segera dikendalikan, munculnya kebakaran di kapal yang berada di perairan tetap menjadi perhatian. Sejumlah kapal lain di sekitar lokasi sempat melakukan manuver untuk menjaga jarak dari area kejadian.

Beberapa kapal yang disebut melakukan manuver antara lain KMP Amora, KMP Labitra Safina, dan KMP Gerbang Samudera.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mengantisipasi kemungkinan api membesar atau menimbulkan kondisi berbahaya di sekitar kapal.

Penyebab Masih Didalami

Dugaan korsleting listrik dari ruang laktasi masih menjadi informasi awal. Kepastian penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kapal dan instalasi yang diduga menjadi sumber api.

Iqbal mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi lanjutan mengenai penyebab pasti kebakaran serta kondisi KMP Bontang Express II setelah insiden.

“Imbauan kita tetap utamakan keselamatan dan kompetensi. Kami masih menunggu informasi lanjut,” tegasnya.

Dengan api yang berhasil dipadamkan secara cepat, insiden KMP Bontang Express II tidak berkembang menjadi kebakaran besar. Namun, dugaan korsleting listrik di ruang laktasi menjadi titik penting yang perlu diperiksa untuk memastikan sumber api dan mencegah kejadian serupa terulang. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
kebakaran kapal KMP Bontang Express ruang laktasi ketapang banyuwangi Korsleting Listrik