20 Perjalanan Kereta di Daop 6 Yogyakarta Tertunda hingga 25 Menit Usai Pemeriksaan Pascagempa

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:57 WIB
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1.209.799 penumpang kereta api jarak jauh selama libur sekolah 20 Juni-12 Juli 2026. (Antara)
Perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta kembali berlangsung setelah seluruh lintas dinyatakan aman pada Kamis malam (20/8). (Antara)

RADAR BANYUWANGI – Keamanan perjalanan kereta api menjadi perhatian utama setelah gempa bumi yang terjadi pada Kamis (20/8), sekitar pukul 17.20 WIB.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memastikan seluruh perjalanan kereta di wilayah kerjanya dapat kembali berlangsung setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Langkah pengamanan tersebut dilakukan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta melalui skema berhenti luar biasa (BLB).

Kebijakan itu diterapkan sebagai bagian dari prosedur keselamatan untuk memastikan kondisi jalur dan sarana perkeretaapian tetap layak digunakan setelah terjadi guncangan.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menjelaskan bahwa pemeriksaan pascagempa merupakan bagian dari prosedur standar perusahaan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebelum perjalanan kereta kembali dilanjutkan.

“Pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa merupakan prosedur standar yang wajib dilakukan oleh KAI," ujarnya.

Menurut KAI Daop 6 Yogyakarta, pemeriksaan berlangsung pada berbagai unsur penting dalam operasional kereta api.

Tim teknis antara lain mengecek kondisi jembatan, jalur rel, fasilitas pendukung, serta bagian fisik rangkaian kereta.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi lintas di wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta tetap aman.

Pada pukul 17.42 WIB, seluruh jalur dinyatakan dapat digunakan kembali dan perjalanan kereta api secara bertahap dilanjutkan.

Meski penghentian hanya berlangsung sementara, dampaknya terasa pada perjalanan sejumlah kereta.

Sebanyak 20 perjalanan mengalami keterlambatan dengan durasi antara 10 hingga 25 menit.

Beberapa perjalanan yang terdampak antara lain KA 557 Bandara YIA dan KA 282 Bengawan yang masing-masing mengalami penundaan 25 menit.

Sementara itu, KA 707 Commuterline Palur–Yogyakarta serta KA 2751f Cilace Trans tercatat tertahan selama 24 menit.

Keterlambatan juga terjadi pada sejumlah layanan lain, seperti KA 7006 Batavia, KA 568 Bandara YIA, KA 86b Sancaka, KA 506 Prameks, dan KA 251b Jayakarta.

Durasi penundaan pada perjalanan tersebut berkisar antara 19 hingga 24 menit.

Selain itu, beberapa perjalanan mengalami keterlambatan di bawah 20 menit, di antaranya KA 2605 Cilawalu Service, KA 2722 Kalem Service, KA 247c Logawa, KA 62b Manahan, KA 107b Senja Utama Yk, KA 158 Wijaya Kusuma, KA 575a BIAS, KA 70 Malabar, KA 532 Bandara YIA, KA 151 Brantas, serta KA 726 Commuterline Yogyakarta–Palur.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan perjalanan yang muncul selama proses pemeriksaan.

Perusahaan juga mengapresiasi kesabaran pelanggan karena keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum kereta kembali dijalankan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
gempa Yogyakarta pemeriksaan jalur kereta penundaan kereta perjalanan kereta api KAI Daop 6 Yogyakarta