Commuter Line Bogor dan Tangerang Terganggu, Puluhan Perjalanan Mengalami Keterlambatan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:50 WIB
Keselamatan masyarakat di sekitar jalur rel menjadi perhatian penting untuk mencegah insiden yang mengganggu perjalanan kereta. (JawaPos.com)
Keselamatan masyarakat di sekitar jalur rel menjadi perhatian penting untuk mencegah insiden yang mengganggu perjalanan kereta. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI - Sepuluh perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan lebih dari satu jam, sementara dua perjalanan lainnya dibatalkan pada Kamis pagi (20/8).

Gangguan tersebut terjadi setelah Commuter Line Bogor No. 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota tertemper seseorang di jalur rel lintas Pasar Minggu–Manggarai.

Di jalur berbeda, operasional Commuter Line Tangerang juga terdampak.

Sebanyak delapan perjalanan tercatat mengalami keterlambatan hingga 48 menit setelah Commuter Line Tangerang No. 1914 relasi Duri–Tangerang tertemper sepeda motor yang melintas di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya dan Batu Ceper.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan perusahaan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan keselamatan di sekitar jalur rel.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat serta kolaborasi dengan pihak kewilayahan dan tokoh masyarakat.

“KAI Commuter akan terus berkolaborasi dan bekoordinasi dengan pihak kewilayahan dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengedukasi terkait keselamatan di sepanjang jalur rel,” kata Karina.

Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi menjelaskan, insiden pada Commuter Line Bogor No. 1183 menyebabkan kerusakan pada pipa angin dalam sistem pengereman.

Demi memastikan keselamatan perjalanan, rangkaian kereta harus dievakuasi menggunakan kereta penolong untuk selanjutnya diperbaiki di Depo KRL Bukit Duri.

Proses evakuasi tersebut membuat jalur Pasar Minggu menuju Manggarai untuk sementara tidak dapat dilalui perjalanan Commuter Line.

Sebagai langkah untuk menekan dampak keterlambatan, perjalanan pada lintas tersebut sempat dioperasikan menggunakan satu jalur.

“Keterlambatan terjadi karena rangkaian yang mengalami kendala harus ditarik untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan, sehingga kapasitas jalur sempat berkurang,” kata Purnomo.

Sementara itu, insiden di lintas Tangerang menyebabkan bagian depan kabin Commuter Line No. 1914 mengalami kerusakan.

Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan awal.

Selama proses penanganan berlangsung, lintas Rawabuaya–Batu Ceper juga sempat menerapkan pola operasi satu jalur.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas gangguan perjalanan di lintas Bogor dan Tangerang.

Perusahaan menegaskan bahwa penanganan gangguan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum perjalanan kembali berjalan normal.

Selain penanganan teknis, KAI Commuter kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur rel maupun menggunakan perlintasan yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan.

Kesadaran pengguna jalan dan masyarakat di sekitar rel dinilai penting untuk mencegah insiden serupa.

“Jika terjadi kendala operasional seluruh pengguna diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan masuk jika kondisi KRL sudah terlalu padat dan tidak melintas jalur rel,” kata Purnomo.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Commuter Line Bogor Commuter Line Tangerang Pasar Minggu Manggarai Rawabuaya Batu Ceper kai commuter