RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat memperkuat upaya pencegahan pelecehan seksual di transportasi publik melalui sosialisasi yang melibatkan komunitas pecinta kereta api atau railfans.
Kegiatan tersebut digelar secara masif di sejumlah stasiun dan di dalam perjalanan kereta api pada Selasa (18/8) .
Sosialisasi dipusatkan di Stasiun Padang dan Stasiun Tabing dengan menyasar penumpang di area publik.
Petugas KAI bersama para relawan menyisir kawasan stasiun untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perjalanan yang aman, nyaman, dan inklusif.
Kepala KAI Divre II Sumatera Barat Lutfi Wijaya mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun budaya saling menghormati di ruang transportasi publik.
“Sosialisasi antipelecehan seksual ini merupakan bukti nyata keterlibatan bersama dalam menciptakan ruang transportasi publik yang aman dan inklusif," ujarnya.
Selain dilakukan di stasiun, edukasi juga menyasar penumpang secara langsung di dalam kereta.
Tim memberikan sosialisasi di KA Pariaman Ekspres dengan relasi Pauhlima–Naras, kemudian dilanjutkan pada KA Lembah Anai yang melayani perjalanan Kayutanam–Padang.
Dalam kegiatan tersebut, KAI Divre II Sumbar menggandeng lima komunitas transportasi, yakni Komunitas Sumatrain, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), KPKD2SB, RFD2SB, dan Transport for Padang.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kepedulian pengguna jasa terhadap isu pelecehan seksual.
Beragam cara digunakan agar pesan lebih mudah diterima penumpang, mulai dari penyampaian melalui pengeras suara, pemasangan spanduk, hingga pembagian suvenir.
KAI dan komunitas juga menyediakan petisi massal sebagai bentuk simbolis penolakan terhadap segala tindakan pelecehan seksual di ruang publik.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menekankan bahwa terciptanya ruang bersama yang aman tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada keberanian masyarakat untuk melaporkan kejadian yang dialaminya atau disaksikannya.
“Kami mendorong untuk itu,” tegasnya.
KAI mengingatkan penumpang agar segera menghubungi petugas apabila menghadapi situasi darurat.
Perusahaan juga menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap pelaku pelecehan seksual dan siap mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Komitmen tersebut, menurut Reza, akan terus diperkuat melalui sinergi antara manajemen KAI dan komunitas.
Upaya pencegahan dinilai penting agar perjalanan dengan kereta api tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa.
Dukungan terhadap program tersebut turut disampaikan Wakil Ketua Railfans Sumatrain Gilang Fernando.
Komunitas railfans menyatakan kesiapan untuk ikut terlibat dalam edukasi publik dan berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak positif bagi penumpang.
Kolaborasi antara operator kereta api dan komunitas menunjukkan bahwa pencegahan pelecehan seksual merupakan tanggung jawab bersama.
Kesadaran untuk saling menghormati, berani melapor, serta peduli terhadap kondisi sekitar menjadi bagian penting dalam membangun transportasi publik yang lebih manusiawi.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara