Dapat Upah Ikan, Warga Gintangan Mendadak Meninggal Usai Bantu Dorong Perahu Nelayan

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:04 WIB
Anggota Polsek Rogojampi menangani pria yang ditemukan meninggal dunia di Pantai Kompit, Dusun Glondong, Desa Watukebo pada Kamis (13/8). (Kompol Imron for Radar Banyuwangi)
Anggota Polsek Rogojampi menangani pria yang ditemukan meninggal dunia di Pantai Kompit, Dusun Glondong, Desa Watukebo pada Kamis (13/8). (Kompol Imron for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Niat membantu nelayan mendorong perahu demi mendapatkan bagian ikan berubah menjadi duka. Buari, 65, warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, mendadak mengeluh pusing setelah membantu mendorong beberapa perahu di Pantai Kompit, Dusun Glondong, Desa Watukebo, Kamis (13/8).

Korban kemudian beristirahat di bawah pohon cemara di sekitar pantai. Tak lama berselang, rekannya kembali mengecek kondisi Buari. Namun, warga lanjut usia tersebut sudah tidak bernapas dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Dugaan sementara, Buari meninggal akibat serangan penyakit jantung. Dugaan itu diperkuat keterangan keluarga yang menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung.

Kapolsek Rogojampi Kompol Imron mengatakan, polisi menerima laporan mengenai seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Kompit pada Kamis (13/8). Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya bersama tim medis Puskesmas Badean langsung menuju lokasi.

“Sesampai di lokasi kejadian, kami langsung melakukan penanganan,” kata Imron.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga dan saksi, peristiwa tersebut bermula ketika Buari mengajak rekannya mencari ikan di Pantai Kompit. Mereka membantu nelayan mendorong perahu yang sedang bersandar di pantai.

Aktivitas itu dilakukan bukan tanpa imbalan. Setelah membantu mendorong perahu, Buari dan rekannya memperoleh upah berupa ikan dari nelayan.

“Membantu mendorong perahu itu, untuk memperoleh upah ikan,” ujarnya.

Setelah beberapa kali membantu mendorong perahu, kondisi Buari tiba-tiba menurun. Ia mengeluh pusing kepada rekannya.

Melihat kondisi tersebut, rekannya meminta Buari berhenti beraktivitas dan beristirahat di bawah pohon cemara yang berada tidak jauh dari lokasi perahu.

Rekannya kemudian melanjutkan aktivitas untuk membantu menghitung pembagian ikan. Setelah selesai, dia kembali mendatangi tempat Buari beristirahat.

Namun, saat diperiksa, Buari ternyata sudah tidak bernapas. Korban ditemukan dalam posisi duduk di tempat istirahat dengan kondisi mulut berbusa.

“Korban ditemukan meninggal dunia di tempat istirahat dengan kondisi posisi duduk dan mulut berbusa. Dari keterangan keluarga korban, ia memiliki riwayat penyakit jantung,” ungkap Imron.

Petugas bersama tim medis kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menuangkan keputusan tersebut dalam surat pernyataan. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah Buari kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Usai dilakukan pemeriksaan, kemudian korban diserahkan ke keluarganya,” pungkas Imron.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga korban. Aktivitas sederhana membantu nelayan di pesisir Pantai Kompit berakhir tragis setelah Buari diduga mengalami gangguan kesehatan secara mendadak. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
warga Gintangan Pantai Kompit dorong perahu blimbingsari serangan jantung