RADAR BANYUWANGI – Siang bolong di kawasan Pelabuhan Muncar, Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mendadak diwarnai aksi kejar-kejaran warga. Dua pemuda asal Situbondo tepergok saat mengambil solar milik nelayan pada Kamis (13/8) sekitar pukul 12.30.
Aksi tersebut akhirnya terhenti setelah warga mengamankan keduanya dan menyerahkannya kepada polisi. Kedua pemuda itu masing-masing berinisial I, 18, dan A, 27, warga Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.
Solar yang dicuri ternyata milik F, 28, warga Kecamatan Muncar yang juga merupakan mantan juragan kedua terduga pelaku. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 150 ribu.
Kanit Reskrim Polsek Muncar Ipda Sujarwadi Putra mengatakan, polisi bergerak setelah menerima laporan warga mengenai dua orang yang diamankan karena diduga mencuri solar milik nelayan.
“Pada Kamis (13/8) sekitar pukul 12.30, kami mendapatkan laporan dari warga bahwa telah diamankan dua orang yang telah melakukan pencurian solar milik nelayan. Kemudian terduga pelaku kami amankan di Mapolsek Muncar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Sujarwadi, Jumat (15/8).
Setelah kedua pemuda tersebut diamankan, polisi memanggil korban untuk dimintai keterangan. Dalam proses tersebut, diketahui korban dan kedua terduga pelaku memiliki hubungan sebelumnya. Keduanya pernah bekerja kepada korban sebagai juragan.
Pertemuan tersebut kemudian berujung pada kesepakatan damai. Korban memilih tidak melanjutkan persoalan tersebut dengan sejumlah syarat.
Salah satu kesepakatannya, kedua pemuda asal Situbondo itu tidak diperbolehkan kembali bekerja di wilayah perairan Muncar.
“Untuk kerugian yang dialami korban sekitar Rp 150 ribu,” terang Sujarwadi.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu sentra aktivitas nelayan di Muncar. Aksi pencurian yang terjadi pada siang hari itu baru terhenti setelah warga mengetahui gerak-gerik kedua pemuda tersebut dan mengamankannya sebelum dibawa ke Mapolsek Muncar. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin