Cicip Ayam Rempah MBG, Kepala SPPG di Karanganyar Mual hingga Muntah

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:31 WIB
Ilustrasi aktivitas di sebuah dapur MBG. (Dok/JawaPos.com)
Ilustrasi aktivitas di sebuah dapur MBG. (Dok/JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI – Aroma mencurigakan dari menu ayam rempah membuat distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, dihentikan. Keputusan itu diambil setelah Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, mengalami mual, muntah, dan pusing usai mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/8/2026). Sebelum menu MBG didistribusikan, tim dapur lebih dulu menemukan aroma tidak biasa dari olahan ayam rempah.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap makanan oleh Kepala SPPG, ahli gizi, dan sejumlah petugas.

“Awalnya mendapat laporan dari tim dapur mengenai ayam rempah yang muncul bau mencurigakan. Saya cicipi makanan MBG sebelum didistribusikan pada siswa,” kata Abra.

Meski rasa ayam disebut masih terasa enak karena tertutup bumbu rempah, aroma makanan tersebut dinilai tidak normal.

Pemeriksaan organoleptik kemudian dilakukan menggunakan skala penilaian 1 hingga 5. Menu ayam rempah itu memperoleh nilai 2, sehingga dinilai tidak layak untuk didistribusikan.

Kepala SPPG Mual dan Muntah Tiga Kali

Abra kemudian ikut mencicipi makanan tersebut bersama sejumlah petugas lain. Namun, tak lama setelah itu, ia mengaku mengalami mual, muntah, dan pusing.

Menurut Abra, dirinya menjadi satu-satunya orang dari sekitar 10 orang yang ikut mencicipi menu tersebut dan mengalami keluhan.

“Yang terdampak saya. Saya tadi tiga kali, cuma muntah saja. Saya terus ambil langkah daripada terjadi apa-apa, makanan batch kedua tidak didistribusikan,” ujarnya.

Meski mengalami keluhan setelah mencicipi ayam rempah, Abra belum menyimpulkan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.

Ia menduga kelelahan setelah menjalani aktivitas berat dan kurang tidur juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tubuhnya.

Namun, sebagai langkah pencegahan, SPPG Jati memutuskan untuk menghentikan distribusi makanan yang berasal dari batch kedua.

Sekitar 300 Porsi MBG Dibatalkan

Menu ayam rempah yang bermasalah berasal dari batch kedua dengan jumlah sekitar 300 porsi.

Distribusi makanan tersebut langsung dihentikan untuk mencegah kemungkinan risiko terhadap para penerima manfaat, khususnya siswa.

Tak hanya itu, sekitar 300 porsi dari batch pertama yang sebelumnya telah didistribusikan juga ditarik kembali sebagai langkah antisipasi.

Penarikan dilakukan meskipun belum ada kepastian bahwa seluruh makanan dari batch pertama mengalami masalah yang sama.

Langkah cepat itu diambil untuk memastikan makanan yang didistribusikan dalam program MBG tetap memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

30 Kilogram Ayam Dimusnahkan

Sekitar 30 kilogram ayam yang dinilai bermasalah kemudian dimusnahkan.

Daging tersebut terdiri atas sejumlah bagian ayam, termasuk paha dan sayap, yang sebelumnya akan digunakan sebagai bahan menu program Makan Bergizi Gratis.

Peristiwa ini juga berdampak pada kerja sama dengan pemasok bahan makanan.

SPPG Jati memutuskan menghentikan kerja sama dengan supplier ayam yang sebelumnya telah memasok kebutuhan dapur selama sekitar tiga bulan.

Pihak SPPG kemudian mengganti pemasok dengan supplier baru agar kebutuhan bahan makanan dan distribusi program MBG tetap berjalan.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah evaluasi setelah ditemukannya aroma mencurigakan pada bahan makanan.

Distribusi Dihentikan demi Cegah Risiko

Kasus di Karanganyar ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima program.

Pemeriksaan organoleptik, termasuk penilaian terhadap aroma dan rasa makanan, menjadi salah satu langkah awal untuk mendeteksi kemungkinan masalah pada menu yang disiapkan.

Dalam kasus ini, aroma ayam rempah yang tidak biasa menjadi tanda awal yang membuat petugas menghentikan distribusi.

Keputusan itu kemudian diperkuat setelah menu tersebut memperoleh nilai rendah dalam pemeriksaan kelayakan makanan.

Meski belum dapat dipastikan bahwa keluhan yang dialami Kepala SPPG disebabkan oleh makanan, penghentian distribusi dan penarikan kembali ratusan porsi dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian.

Kini, menu ayam rempah tersebut tidak lagi disalurkan, sementara pemasok ayam juga telah diganti.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah risiko yang lebih besar dan memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan memperhatikan keamanan pangan bagi para penerimanya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Radar Kudus, jawapos.com
Ayam rempah SPPG Jati MBG Karanganyar Makan Bergizi Gratis keamanan pangan