Gunung Semeru Kembali Bergejolak, Tiga Erupsi Terjadi Dini Hari, Warga Diminta Menjauhi Besuk Kobokan dan Kawasan Rawan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:15 WIB
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis dini hari. Aktivitas vulkanik tercatat tiga kali, dengan kolom letusan tertinggi mencapai sekitar 900 meter di atas puncak dan disertai gemuruh kuat. (Magma ESDM)
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis dini hari. Aktivitas vulkanik tercatat tiga kali, dengan kolom letusan tertinggi mencapai sekitar 900 meter di atas puncak dan disertai gemuruh kuat. (Magma ESDM)

RADAR BANYUWANGI - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Kamis (13/8) dini hari. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami erupsi sedikitnya tiga kali dalam rentang waktu sekitar satu jam.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.52 WIB. Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, kolom letusan teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau berada pada ketinggian 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu vulkanik yang keluar dari kawah teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebarannya condong ke tenggara.

Aktivitas erupsi tersebut juga disertai suara gemuruh yang cukup kuat. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 2 menit 26 detik.

"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 26 detik. Letusan disertai gemuruh kuat," kata Sigit, dikutip Antara.

Aktivitas vulkanik Semeru kemudian kembali terjadi. Pada pukul 01.45 WIB, kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak.

Belum berselang lama, erupsi kembali tercatat pada pukul 01.57 WIB. Kali ini tinggi kolom letusan kembali mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.

Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

PVMBG melarang masyarakat melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Larangan juga berlaku pada wilayah di luar radius tersebut. Warga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Wilayah tersebut masih berisiko terhadap lontaran batu pijar.

Sigit juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa jalur aliran yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Gunung Semeru erupsi hari ini Semeru Level III Siaga erupsi gunung Lumajang Erupsi Semeru gunung semeru