RADAR BANYUWANGI – Rencana pelantikan pendeta baru di GPdi Eferata, Desa/Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, yang sempat mendapat penolakan jemaat akhirnya ditunda. Keputusan itu diambil setelah aksi damai jemaat berujung mediasi bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Tegaldlimo, Rabu (12/8).
Penundaan pelantikan menjadi jalan tengah setelah jemaat menyampaikan keberatan terkait penunjukan pendeta baru. Jemaat kini diminta bersabar sembari menunggu keputusan Majelis Daerah Jawa Timur melalui sidang pleno.
Sembari menunggu keputusan tersebut, kekosongan pelayanan di GPdi Eferata untuk sementara diisi Pendeta Samuel Angkouw. Dia merupakan Sekretaris Daerah 2 Majelis Daerah Jawa Timur yang ditempatkan di Banyuwangi.
Pendeta Samuel mengatakan, seluruh aspirasi yang disampaikan jemaat GPdi Eferata telah diterima. Berbagai keluhan dan pendapat tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada majelis untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan berikutnya.
“Semua keluhan dan pendapat yang telah disampaikan jemaat sudah kami terima, untuk keputusan menunggu dari majelis,” katanya.
Pelantikan Tunggu Hasil Pleno
Pelantikan pendeta baru yang semestinya berlangsung Rabu (12/8) dipastikan tidak dilaksanakan. Penundaan dilakukan sampai ada keputusan dari sidang pleno Majelis Daerah Jawa Timur.
Jemaat juga diminta menjaga situasi tetap tenang selama proses pengambilan keputusan berlangsung.
“Untuk pelantikan nunggu hasil dari pleno,” ujar Samuel.
Selama masa penundaan tersebut, pelayanan di GPdi Eferata Desa/Kecamatan Tegaldlimo untuk sementara berada di bawah tanggung jawab Samuel. Penunjukan tersebut dilakukan agar aktivitas pelayanan jemaat tetap berjalan meski belum ada pendeta definitif.
“Kebetulan saya bertempat di Kecamatan Glenmore, jadi untuk sementara yang isi saya,” tandasnya.
Jemaat Berharap Pendeta yang Tepat
Perwakilan sekaligus tokoh jemaat GPdi Eferata Slamet menyambut baik keputusan untuk menunda pelantikan. Jemaat berharap proses berikutnya menghasilkan keputusan yang dapat diterima dan menghadirkan sosok pendeta yang tepat.
Menurut Slamet, kebutuhan utama jemaat bukan sekadar segera memiliki pendeta, tetapi mendapatkan gembala yang mampu menjalankan tugas pelayanan sekaligus mendampingi pertumbuhan kehidupan rohani jemaat.
“Harapannya segera mendapatkan pendeta yang tepat untuk menggembalakan jemaat, demi keselamatan dan pertumbuhan iman jemaat,” harapnya.
Sementara itu, Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun mengatakan proses mediasi berlangsung aman dan kondusif. Setelah pelantikan ditunda, jemaat juga menerima keputusan untuk menunggu hasil pleno Majelis Daerah Jawa Timur.
“Mediasi berakhir baik, situasi kembali aman dan kondusif,” pungkasnya.
Dengan penundaan tersebut, persoalan mengenai pendeta definitif GPdi Eferata belum sepenuhnya berakhir. Keputusan akhir masih menunggu hasil sidang pleno Majelis Daerah Jawa Timur, sementara pelayanan jemaat tetap berjalan di bawah pendampingan Pendeta Samuel Angkouw. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin