RADAR BANYUWANGI – Niat bekerja di sawah pada Rabu pagi (12/8) berujung duka bagi keluarga Siti Maesaroh. Petani lansia berusia 66 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dalam parit area persawahan Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.
Korban diduga terpeleset saat bekerja di sawah hingga terjatuh ke dalam parit. Saat ditemukan warga sekitar pukul 09.00, tubuh Siti dalam posisi tengkurap dengan bagian kepala berada di dalam air.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui Jafar, 50, warga setempat. Saat itu, Jafar hendak menuju sawah miliknya. Ketika melintas di sekitar lokasi, dia melihat sosok tubuh tertelungkup di dalam parit.
Jafar kemudian mendekati lokasi dan mengetahui bahwa sosok tersebut merupakan seorang perempuan. Di sekitar korban ditemukan sepeda kayuh serta sebuah tas yang berisi sabit.
Saat ditemukan, Siti masih mengenakan pakaian lengkap berupa baju dan celana batik bermotif bunga, kerudung kuning, serta topi caping yang biasa digunakan saat bekerja di sawah.
Kapolsek Tegalsari AKP Lita Kurniawan membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut. Setelah menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 09.15, polisi langsung mendatangi lokasi.
Personel Unit Reskrim, Intelkam, dan Samapta diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas Tegalsari untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban sekaligus memastikan penyebab kematian.
“Setelah menerima laporan sekitar pukul 09.15, anggota kami langsung bergerak ke lokasi bersama petugas medis,” ujar Lita.
Pamit Berangkat Sawah Sejak Pukul 06.00
Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan di lapangan, Siti diketahui berangkat bekerja ke sawah pada pagi hari. Sekitar pukul 06.00, korban sempat berpamitan kepada anak kandungnya sebelum beraktivitas seperti biasa.
“Korban memang biasanya berangkat kerja setiap pagi,” katanya.
Polisi menduga korban mengalami kehilangan keseimbangan atau terpeleset ketika berada di sekitar parit. Korban kemudian terjatuh dengan posisi tengkurap sehingga kepalanya masuk ke dalam air.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan korban tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia karena kehabisan napas.
Dugaan tersebut diperkuat hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis Puskesmas Tegalsari. Tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Tegalsari, tidak ditemukan adanya luka, lebam, ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang Lita.
Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah Siti kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Tangis keluarga pecah ketika dua anak korban, Muh Kotib, 45, dan Sukron, 42, mendapati ibu mereka telah meninggal dunia.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Pihak keluarga sudah menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah dan takdir dan menolak untuk dilakukan proses otopsi,” pungkasnya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin