RADAR BANYUWANGI – Api dari material sampah yang dibakar di dekat rumah berubah menjadi petaka di tengah cuaca panas. Dua rumah warga di Dusun Krajan 2, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, dilalap api pada Selasa (11/8).
Kebakaran tersebut diduga bermula dari pembakaran material hasil pembersihan rumah yang kemudian ditinggalkan saat api belum sepenuhnya padam. Kondisi cuaca yang panas membuat kobaran api cepat membesar dan merembet ke atap rumah.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, dua rumah yang posisinya berdempetan mengalami kerusakan dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp95 juta.
Kepala Desa Tampo Hasyim Ashari mengatakan, rumah yang terbakar masing-masing milik Sutik dan Sugianto. Rumah Sutik mengalami kerusakan paling parah dengan kerugian sekitar Rp70 juta.
“Sementara Pak Sugianto ditaksir mengalami kerugian material Rp25 juta akibat kerusakan rumah. Posisi rumah Pak Sugianto bergandengan dengan milik Sutik sehingga terkena imbasnya,” kata Hasyim.
Api Membesar Saat Rumah Ditinggalkan
Kebakaran bermula ketika Sutik hendak merenovasi rumahnya yang sudah lama tidak ditempati.
Ia kemudian meminta seseorang membersihkan bagian dalam dan sekitar rumah. Material hasil pembersihan tersebut selanjutnya dibakar di dekat bangunan.
Proses pembakaran dilakukan sekitar tengah hari, bertepatan dengan waktu istirahat. Orang yang melakukan pekerjaan tersebut kemudian meninggalkan lokasi pembakaran.
Situasi berubah ketika api yang masih menyala terkena kondisi lingkungan yang panas.
“Material yang dibersihkan kemudian dibakar di dekat rumah,” ujar Hasyim.
Api dengan cepat membesar hingga merambat ke bagian atap rumah Sutik. Kobaran api kemudian mengancam bangunan di sebelahnya.
Sugianto yang mengetahui kejadian tersebut segera menyelamatkan diri sekaligus mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
“Sugianto melihat kejadian tersebut kemudian bergegas menyelamatkan diri dan barang-barangnya. Setelah itu melaporkan kepada petugas,” terang Hasyim.
Tiga Mobil Damkar Dikerahkan
Laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti petugas gabungan. Unsur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) bersama kepolisian, pemerintah desa, serta warga sekitar bergerak ke lokasi.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Damkarmat mengerahkan tiga mobil pemadam kebakaran dari sektor Bangorejo, Srono, dan Genteng.
Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api agar tidak merembet lebih luas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Setelah beberapa jam penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30.
Hasyim memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa atau luka. Kami juga sudah melakukan pendataan untuk pengajuan bantuan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar pembakaran sampah atau material kering tidak dilakukan sembarangan, terutama di dekat bangunan dan saat kondisi cuaca panas. Api yang terlihat kecil dapat dengan cepat membesar apabila ditinggalkan sebelum benar-benar padam. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin