RADAR BANYUWANGI – Detik-detik menegangkan terjadi di Jalan Raya Banyuwangi–Situbondo, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin dini hari (10/8). Bus Gunung Harta nyaris terjun ke sungai setelah menabrak sepeda motor Honda Supra dan menghantam pembatas jembatan.
Kecelakaan sekitar pukul 00.30 WIB itu terjadi di sebelah selatan jembatan Kelurahan Klatak. Bus Hino Gunung Harta bernopol DK 7018 GH yang dikemudikan AN, 55, warga Kecamatan Kalibaru, terlibat kecelakaan dengan Honda Supra bernopol P 3013 QAM.
Motor tersebut dikendarai PA, 22, warga Gresik, dengan membonceng WA, 20, warga Pasuruan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Pepri Tri Alfian mengatakan, kecelakaan bermula saat Honda Supra melaju dari arah utara menuju selatan. Di belakangnya, bus Gunung Harta melaju dengan arah yang sama.
Sesampainya di lokasi kejadian, bus berusaha mendahului sepeda motor tersebut. Namun, saat proses mendahului berlangsung, motor tiba-tiba bergerak semakin ke kanan.
Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak terhindarkan. Bus kemudian menyeruduk Honda Supra.
Benturan tersebut membuat situasi semakin genting. Sopir bus membanting setir untuk menghindari kecelakaan yang lebih parah. Namun, bus justru oleng ke kanan dan menghantam pengaman jembatan di sisi barat jalan.
Posisi bus yang berhenti di dekat pembatas jembatan membuat kendaraan tersebut nyaris masuk ke sungai di bawahnya.
Tiga Orang Selamat
Meski kecelakaan berlangsung cukup keras, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pengendara dan penumpang Honda Supra maupun sopir bus dilaporkan selamat.
Polisi langsung melakukan penanganan di lokasi. Petugas juga memeriksa kendaraan yang terlibat untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus penyebab pasti kecelakaan.
“Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut, bus dan penumpang segera dievakuasi pada pagi hari,” kata Pepri.
Evakuasi bus dilakukan setelah kondisi memungkinkan. Kendaraan yang sempat nyaris terjun ke sungai tersebut akhirnya berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban.
Kecelakaan itu menjadi pengingat bahwa manuver mendahului membutuhkan jarak aman dan kewaspadaan tinggi, terutama di jalur utama yang memiliki jembatan maupun sisi jalan dengan risiko jatuh ke sungai. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin