RADAR BANYUWANGI – Perjalanan pulang usai mengantar ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) berujung petaka. Mobil pengangkut ompreng milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang ringsek setelah menghantam bagian belakang truk bermuatan tepung di Jalan Lingkar Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin pagi (10/8).
Kecelakaan sekitar pukul 09.00 WIB itu menewaskan seorang penumpang mobil SPPG. Korban berinisial GIM, 28, warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah pada bagian kepala.
Mobil SPPG bernopol P 8312 VS tersebut diketahui baru saja keluar dari dapur MBG Desa Ketapang. Kendaraan kemudian melaju dari arah utara dan berusaha mendahului truk tronton bermuatan tepung bernopol P 8522 VH.
Namun, manuver tersebut berujung celaka.
Saat hendak menyalip, pengemudi mobil SPPG disebut mendapati sepeda motor di depannya. Pada saat bersamaan, terdapat kendaraan dari arah berlawanan. Sopir kemudian membanting setir ke kiri hingga mobil menghantam bagian belakang truk.
“Saat akan menyalip, di depannya ada motor. Akhirnya sopir mobil SPPG banting setir ke kiri dan menghantam bagian belakang truk,” ujar Mahwan, salah seorang saksi mata.
Banting Setir, Mobil SPPG Hantam Truk
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Pepri Tri Alfian membenarkan kecelakaan tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil SPPG dikemudikan KN, 19, dengan GIM sebagai penumpang.
Keduanya merupakan warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.
Mobil melaju dari arah utara. Sesampainya di lokasi kejadian, KN berusaha mendahului truk tronton yang dikemudikan M, 53, warga Kecamatan Singojuruh.
Namun, saat proses mendahului berlangsung, muncul kendaraan dari arah berlawanan.
“Karena ada kendaraan dari arah berlawanan, kendaraan pikap membanting setir ke kiri, kemudian menabrak bagian belakang truk tronton,” jelas Pepri.
Benturan keras membuat bagian depan mobil pengangkut ompreng MBG ringsek. Kondisi penumpang pun tak kalah mengenaskan.
KN mengalami luka pada bagian pelipis mata sebelah kiri. Sementara GIM mengalami luka parah pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
“Korban yang mengalami luka langsung dibawa ke Klinik Anugrah untuk mendapatkan penanganan. Sedangkan korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Blambangan,” ujar Pepri.
Ompreng MBG Dievakuasi, Truk Tak Mengalami Cedera
Tak lama setelah kecelakaan, petugas dan warga langsung melakukan evakuasi. Ompreng MBG yang masih berada di dalam kendaraan dipindahkan agar tidak mengganggu proses penanganan kecelakaan.
Setelah itu, mobil SPPG yang mengalami kerusakan berat pada bagian depan diderek dari lokasi kejadian.
Sementara itu, pengemudi truk M bersama penumpangnya, RA, dilaporkan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka.
“Pengemudi truk M dan penumpangnya RA dilaporkan dalam kondisi sehat. Sementara kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp 5 juta,” terang Pepri.
Sopir Truk Sempat Mengira Ban Meletus
Pengemudi truk tronton, M, mengaku tidak menyangka kendaraan yang berada di belakangnya tiba-tiba menghantam truk.
Saat kejadian, dia mengaku melaju dengan kecepatan rendah. Truk baru saja memuat tepung terigu dari sebuah gudang yang lokasinya tidak jauh dari jalan lingkar.
“Saya kira suara ban meletus. Tiba-tiba ada suara keras dari belakang, ternyata ada mobil yang menabrak,” ungkapnya.
Kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan Satlantas Polresta Banyuwangi. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi maupun saksi untuk memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan mobil pengangkut ompreng MBG menabrak truk. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin