Geger Minggu Pagi di Sempu Banyuwangi, Suami Siri Tega Tusuk Istri hingga Tewas

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 13:52 WIB
TKP: Tim kepolisian dari jajaran Polresta Banyuwangi bersama Polsek Sempu melakukan identifikasi kejadian dugaan pembunuhan di Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Minggu (9/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
TKP: Tim kepolisian dari jajaran Polresta Banyuwangi bersama Polsek Sempu melakukan identifikasi kejadian dugaan pembunuhan di Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Minggu (9/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI Insiden berdarah menggemparkan warga Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Minggu pagi (9/8). Betapa tidak, cekcok internal rumah tangga menyebabkan satu orang meregang nyawa.

Insiden memilukan itu melanda rumah tangga pasangan suami istri (pasutri) siri Supriyadi, 31, dan Yuni Khomsiyah, 29. Perdebatan antara keduanya berakhir tragis setelah Supriyadi nekat menusuk perut bagian bawah sebelah kiri Yuni. Akibat fatal, sang istri meninggal dunia.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00. Korban yang diketahui merupakan warga Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, selama ini tinggal bersama pelaku di Desa Temuasri.

Sempat Minta Tolong Bidan Desa

Ketegangan di rumah pasutri tersebut sebenarnya sudah dirasakan warga sejak dini hari. Chelsia Cinta, 19, tetangga yang tinggal persis di sebelah rumah korban mengaku sempat mendengar suara keributan dan adu mulut antara pelaku dan korban. Dini hari itu memang sudah dengar mereka cekcok. Tapi saya baru tahu kalau ada penusukan sekitar pukul 07.00, ujarnya.

Berdasar informasi yang dihimpun, usai menghujamkan pisau dapur ke perut kiri istrinya, Supriyadi langsung panik. Dia sempat meminta bantuan adiknya yang berinisial SA untuk menghubungi bidan desa setempat agar segera datang memberikan pertolongan. "Adiknya yang memanggil bidan," kata Chelsia.

Namun, karena luka tusukan di perut kiri korban terlampau fatal dan terus mengeluarkan darah, bidan yang datang ke lokasi langsung menyarankan agar Yuni dilarikan ke rumah sakit. Malang tak dapat ditolak, nyawa perempuan 29 tahun itu tidak tertolong.

Yuni dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RS Al Huda Gambiran tidak lama berselang. "Saya juga kaget, bawa ke rumah sakit itu pakai sepeda motor saya," ungkapnya.

 

Pelaku Dikenal Ringan Tangan

Tabiat buruk Supriyadi diungkapkan oleh warga sekitar. Pria berusia 31 tahun yang badannya penuh tato itu dikenal memiliki sifat tempramental dan “ringan tangan” (baca: kerap memukul). Cekcok di dalam rumah tangganya bersama Yuni pun disebut-sebut sudah sering terjadi. Sudah sering seperti ini, sering berkelahi, tempramental," kata Pete, 50, salah seorang warga setempat.

Ia membeberkan bahwa aksi kekerasan ini bukan kali pertama dilakukan oleh pelaku. Sekitar dua bulan lalu, Supriyadi bahkan sempat menghajar ayah kandungnya sendiri akibat terlibat pertengkaran. “Waktu (menghajar ayahnya) itu warga sampai turun tangan melerai. Bahkan sempat ada mediasi yang melibatkan tiga pilar desa (Kades, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) untuk menyelesaikan masalahnya,” kenang Pete.

Polisi Gelar Olah TKP

Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk meringkus pelaku. Petugas dari Polresta Banyuwangi langsung mengamankan Supriyadi sesaat setelah laporan diterima.

Pantauan di lokasi kejadian, area rumah pelaku langsung dipasang garis polisi. Tim Inafis Polresta Banyuwangi bersama jajaran Polsek Sempu bergerak cepat melakukan identifikasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta rekonstruksi awal guna mengumpulkan bukti-bukti penguat. “Perkaranya ditangani Polresta Banyuwangi,” kata Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo.

Hingga berita ini selesai ditulis pukul 17.30 kemarin, pihak kepolisian masih mendalami motif pasti di balik aksi nekat pelaku. Detail kronologi lengkap terkait peristiwa berdarah ini masih menunggu rilis resmi dari Polresta Banyuwangi. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Sempu Banyuwangi geger pembunuhan istri ditusuk suami