RADAR BANYUWANGI – Respons cepat petugas Perhutani dan warga berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di kawasan hutan jati Petak 82i RPH Kesilirbaru, BKPH Sukomade, KPH Banyuwangi Selatan, Kamis (6/8). Diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan, api sempat dengan cepat menjalar di antara semak, ilalang, dan daun jati kering. Untuk memutus rambatan api, petugas membuat sekat bakar sehingga kobaran berhasil dilokalisasi dalam waktu sekitar satu jam.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB saat petugas Perhutani melakukan patroli rutin pengamanan hutan di wilayah Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran. Kepulan asap terlihat membubung dari kawasan tegakan jati tanaman tahun 2007, sehingga patroli langsung dialihkan menuju titik kebakaran.
Saat tiba di lokasi, api sudah merambat di vegetasi bawah yang mengering akibat musim kemarau. Banyaknya semak belukar, ilalang, dan serasah daun membuat kobaran api bergerak cukup cepat di kawasan hutan produksi tersebut.
Wakil Administratur KPH Banyuwangi Selatan Sugeng Wahono mengatakan, tim gabungan yang terdiri atas Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Kesilirbaru, tiga mandor Perhutani, serta tiga warga sekitar langsung melakukan upaya pemadaman.
"Melihat kobaran api yang mulai meluas, enam personel gabungan yang terdiri atas KRPH Kesilirbaru, tiga orang mandor, serta dibantu tiga warga masyarakat setempat bahu-membahu menjinakkan api," ujarnya.
Selain menggunakan tangki air portabel dan dahan pohon untuk memadamkan api, petugas juga menerapkan teknik pembuatan sekat bakar. Jalur tanpa bahan mudah terbakar itu dibuat untuk menghentikan rambatan api agar tidak menjalar ke tegakan jati yang lebih luas.
"Berkat respons cepat dan koordinasi solid di lapangan, kobaran api berhasil dilokalisasi. Kurang lebih satu jam kemudian api padam," kata Sugeng.
Perhutani mencatat luas area yang terdampak mencapai sekitar 0,50 hektare dari total luas Petak 82i sebesar 45,83 hektare. Meski demikian, kebakaran hanya menghanguskan vegetasi bawah berupa semak-semak, ilalang, dan daun kering, tanpa menyebabkan kerusakan signifikan pada tegakan pohon jati.
"Taksiran kerugian materiil akibat terbakarnya serasah dan vegetasi bawah tersebut diperkirakan sebesar Rp 562.500," jelasnya.
Usai api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Sejumlah personel tetap disiagakan untuk melakukan penyisiran dan memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di bawah tumpukan daun kering yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Langkah cooling down tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi mengingat cuaca panas dan kondisi vegetasi yang sangat kering masih meningkatkan risiko munculnya titik api baru.
Perhutani kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan. Kelalaian kecil, seperti membuang puntung rokok yang masih menyala, dapat memicu kebakaran yang mengancam kelestarian hutan serta menimbulkan kerugian ekologis maupun ekonomi yang jauh lebih besar. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin