Api Kembali Melalap Hutan Jati di Pesanggaran Banyuwangi, Putung Rokok Diduga Jadi Penyebab

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 01:37 WIB
Petugas Perhutani bergegas melakukan pemadaman api di hutan jati di petak 82i RPH Kesilirbaru, BKPH Sukomade, KPH Banyuwangi Selatan, hangus terbakar, Kamis siang (6/8). (Sugeng for Radar Banyuwangi)
Petugas Perhutani bergegas melakukan pemadaman api di hutan jati di petak 82i RPH Kesilirbaru, BKPH Sukomade, KPH Banyuwangi Selatan, hangus terbakar, Kamis siang (6/8). (Sugeng for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Banyuwangi di tengah musim kemarau. Hanya sehari setelah insiden serupa terjadi di wilayah Purwoharjo, api kembali membakar kawasan hutan jati di Petak 82i RPH Kesilirbaru, BKPH Sukomade, KPH Banyuwangi Selatan, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kamis siang (6/8). Perhutani menduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga menyulut vegetasi kering. Berkat respons cepat petugas dan warga, kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam sebelum meluas ke tegakan jati.

Kepulan asap pertama kali terlihat sekitar pukul 11.30 WIB oleh petugas Perhutani yang sedang melaksanakan patroli rutin pengamanan hutan. Asap membubung dari sela-sela tegakan jati tanaman tahun 2007 di kawasan hutan produksi, membuat petugas segera menghentikan patroli dan bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, api diketahui telah membakar semak belukar, ilalang, serta hamparan daun jati kering yang mudah terbakar akibat cuaca panas dan minim hujan. Kondisi vegetasi bawah yang mengering membuat kobaran api cepat merambat.

Wakil Administratur KPH Banyuwangi Selatan Sugeng Wahono mengatakan, enam personel gabungan yang terdiri atas Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Kesilirbaru, tiga mandor Perhutani, serta dibantu tiga warga sekitar langsung melakukan upaya pemadaman.

"Melihat kobaran api yang mulai meluas, enam personel gabungan yang terdiri atas KRPH Kesilirbaru, tiga orang mandor, serta dibantu tiga warga masyarakat setempat bahu-membahu menjinakkan si jago merah," ujarnya.

Petugas memadamkan api menggunakan tangki air portabel dan dahan pohon untuk memukul kobaran api. Di saat bersamaan, mereka juga membuat sekat bakar guna memutus jalur rambatan api sehingga tidak menjalar ke kawasan hutan jati yang lebih luas.

"Berkat respons cepat dan koordinasi solid di lapangan, kobaran api berhasil dilokalisasi. Kurang lebih satu jam api berhasil dipadamkan," kata Sugeng.

Perhutani mencatat luas area yang terdampak mencapai sekitar 0,50 hektare dari total luas Petak 82i sebesar 45,83 hektare. Meski demikian, kebakaran hanya menghanguskan vegetasi bawah berupa semak-semak, ilalang, dan serasah daun kering, tanpa merusak tegakan pohon jati.

"Taksiran kerugian materiil akibat terbakarnya serasah dan vegetasi bawah tersebut diperkirakan sebesar Rp 562.500," jelasnya.

Usai api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Sejumlah personel tetap disiagakan untuk melakukan penyisiran atau cooling down guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah tumpukan daun kering. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru mengingat suhu udara masih tinggi.

"Khawatirnya terjadi berulang, apalagi cuaca sedang sering panas," ujarnya.

Menurut Sugeng, hasil identifikasi awal mengarah pada dugaan kelalaian manusia sebagai penyebab kebakaran. Puntung rokok yang masih menyala diduga dibuang di kawasan hutan hingga menyulut vegetasi kering.

"Kami menduga kuat pemicunya adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan dalam kondisi masih menyala. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang putung rokok atau membuat api sembarangan di dalam hutan, terlebih saat kondisi vegetasi bawah sedang kering," tegasnya.

Perhutani kembali mengingatkan masyarakat, termasuk pemulung hasil hutan dan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kelalaian sekecil apa pun berpotensi memicu karhutla yang mengancam kelestarian hutan sekaligus menimbulkan kerugian ekologis dan ekonomi yang jauh lebih besar. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
karhutla Banyuwangi pesanggaran hutan jati Perhutani putung rokok