Musim Kemarau Ekstrem, Putung Rokok Bakar 2 Hektare Hutan Jati Karetan Banyuwangi

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 00:34 WIB
HANGUS: Petigas gabungan memadamkan api di area Hutan Jati Karetan masuk wilayah Petak 76A pada Rabu (5/8). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)
HANGUS: Petugas gabungan memadamkan api di area Hutan Jati Karetan masuk wilayah Petak 76A pada Rabu (5/8). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Banyuwangi saat musim kemarau mulai mengeringkan vegetasi. Kali ini, sekitar dua hektare kawasan Hutan Jati Karetan, Petak 78 A, Kecamatan Purwoharjo, terbakar pada Rabu (5/8). Perhutani menduga kebakaran dipicu putung rokok yang dibuang sembarangan hingga menyulut daun jati kering dan ilalang. Berkat respons cepat petugas gabungan TNI, Polri, dan Perhutani, api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kobaran api hanya melalap semak-semak, ilalang, dan tumpukan daun jati kering yang berada di bawah tegakan pohon jati sehingga tidak sampai merusak tegakan utama.

Wakil Administratur KPH Banyuwangi Selatan Sugeng Wahono mengatakan, hasil identifikasi sementara mengarah pada dugaan kelalaian manusia. Putung rokok yang masih menyala diduga dibuang di area hutan hingga mengenai dedaunan kering yang sangat mudah terbakar pada musim kemarau.

"Diduga ada orang yang membuang putung rokok sembarangan," katanya, Kamis (6/8).

Menurut Sugeng, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar dua hektare. Meski demikian, kebakaran tidak sampai menghanguskan pohon jati karena api hanya membakar vegetasi bawah berupa semak, ilalang, dan daun-daun kering.

Begitu titik api diketahui, personel gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman. Petugas menggunakan cara manual dengan menggebyok api memakai ranting pohon serta menyemprotkan air dari tangki portabel agar kobaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.

"Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 762,5 ribu," ujarnya.

Sugeng mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau ekstrem. Selain tidak membuang puntung rokok sembarangan, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas pembakaran lahan, baik untuk membersihkan kebun maupun membakar sisa panen, terutama di sekitar kawasan hutan.

"Di saat memasuki musim kemarau seperti ini, risiko kebakaran hutan tinggi. Jadi diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas bakar-membakar, terutama di kawasan hutan," tegasnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat petugas gabungan Polri, TNI, dan Perhutani tengah melaksanakan patroli pencegahan karhutla di wilayah Purwoharjo. Seusai mengikuti apel kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, tim menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono mengatakan, ketika patroli berlangsung, petugas menemukan titik api yang telah membakar sebagian kawasan hutan jati. Patroli pun langsung dihentikan dan seluruh personel fokus melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke area yang lebih luas.

"Di saat melakukan pengecekan ditemukan ada lahan yang terbakar. Sehingga petugas langsung melakukan penanganan. Sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Temuan awal dari Perhutani yang mengarah pada dugaan putung rokok menjadi peringatan bahwa kelalaian kecil dapat memicu kebakaran besar di tengah musim kemarau. Aparat bersama Perhutani pun mengimbau masyarakat lebih disiplin menjaga kawasan hutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
karhutla Banyuwangi hutan jati purwoharjo putung rokok musim kemarau