Gempa M 5,3 Guncang Jawa Barat, KAI Hentikan Sementara KA Siliwangi dan Periksa Seluruh Jalur

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:56 WIB
KAI dan BRIN berkolaborasi mengembangkan Automatic Train Protection (ATP) untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. (Pexels/yusuf habibi)
Ilustrasi - PT KAI Daop 2 Bandung menghentikan sementara perjalanan KA Siliwangi rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi setelah gempa magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Barat. (Pexels/yusuf habibi)

RADAR BANYUWANGI - Perjalanan Kereta Api (KA) Siliwangi rute Cipatat–Cianjur–Sukabumi dihentikan sementara setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah Jawa Barat pada Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengambil langkah tersebut untuk memastikan seluruh jalur rel dan infrastruktur perkeretaapian aman sebelum operasional kembali dilanjutkan.

Penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar keselamatan setiap kali terjadi kondisi yang berpotensi memengaruhi keamanan perjalanan kereta api. Hingga berita ini ditulis, KAI masih melakukan pemeriksaan prasarana di sejumlah lintas yang terdampak getaran gempa.

Gempa tersebut berpusat sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 18 kilometer. Getarannya dirasakan di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk area operasional KAI Daop 2 Bandung.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, getaran gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah operasional Daop 2 Bandung, terutama pada lintas Stasiun Nagreg–Stasiun Banjar, Stasiun Cibatu–Stasiun Garut, serta Stasiun Cipatat–Stasiun Gandasoli.

Sesaat setelah menerima informasi gempa, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan memerintahkan seluruh perjalanan kereta api di wilayah terdampak untuk berhenti sementara.

Kereta dihentikan di stasiun terdekat maupun di petak jalan sambil menunggu hasil pemeriksaan prasarana oleh petugas. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta tidak menghadapi risiko akibat kemungkinan kerusakan infrastruktur pascagempa.

Hingga saat ini, KAI belum merinci jumlah perjalanan maupun pelanggan yang terdampak penghentian sementara tersebut.

KAI Daop 2 Bandung mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan pada infrastruktur yang dapat membahayakan operasional kereta. Setelah seluruh jalur dinyatakan aman, perjalanan kereta api akan kembali dijalankan secara bertahap.

"Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," ujar Kuswardojo, dikutip Antara.

Menurutnya, keselamatan penumpang dan operasional kereta tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil perusahaan.

KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung. Hingga pukul 22.25 WIB, inspeksi prasarana masih dilakukan di sejumlah lintas yang terdampak getaran gempa.

Perusahaan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui kanal resmi KAI.

"Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh KAI. Setiap keputusan operasional selalu mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama penyelenggaraan perjalanan kereta api," kata Kuswardojo.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KAI Daop 2 Bandung