RADAR BANYUWANGI – Kepanikan menyelimuti warga Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Banyuwangi, setelah tiga bocah usia sekolah dasar yang pamit memancing pada Senin (3/8) tidak kunjung pulang hingga malam. Setelah pencarian selama beberapa jam yang melibatkan puluhan warga, ketiganya akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di area semak dekat sumur tua, hanya sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya sepeda salah seorang anak.
Peristiwa itu melibatkan tiga anak berinisial I (8), A (10), dan E (10) yang seluruhnya merupakan warga Dusun Pekiringan. Mereka berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 13.00 WIB untuk memancing di saluran irigasi yang berada tidak jauh dari permukiman.
Namun, hingga sekitar pukul 15.00 WIB, ketiganya belum kembali ke rumah. Keluarga mulai melakukan pencarian karena waktu mengaji telah tiba.
"Karena sudah waktunya mengaji, keluarga mereka mencoba mencarinya," ujar Diki, warga setempat.
Pencarian terus dilakukan hingga menjelang Magrib, tetapi belum membuahkan hasil. Warga hanya menemukan sebuah sepeda yang diduga milik salah satu anak di dekat lokasi mereka biasa memancing, tidak jauh dari sebuah sumur tua.
"Mereka belum ketemu hingga usai Magrib. Sehingga warga sekitar juga ikut membantu melakukan pencarian," kata Diki.
Semakin larut malam, semakin banyak warga yang turun membantu menyisir area sekitar. Mereka menyusuri kebun, semak, hingga lokasi sekitar sumur tua.
Menurut warga lainnya, Mudofir, sebagian masyarakat juga melakukan ikhtiar sesuai tradisi yang berkembang di lingkungan setempat, seperti membunyikan peralatan rumah tangga sambil memanggil nama ketiga anak tersebut. Praktik tersebut dilakukan karena sebagian warga meyakini cara itu dapat membantu proses pencarian. Hingga kini, tidak ada bukti yang mengonfirmasi keyakinan tersebut sebagai penyebab ditemukannya ketiga anak.
"Warga bersama-sama mencari keberadaan tiga bocah tersebut," ujarnya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, pencarian akhirnya membuahkan hasil. Ketiga bocah ditemukan di bawah sebuah pohon yang ditumbuhi semak belukar. Salah seorang anak berada di atas pohon mahoni, sedangkan dua lainnya berada di bawah pohon tersebut.
Yang membuat peristiwa ini menjadi perhatian warga, lokasi penemuan disebut telah beberapa kali disisir sebelumnya. Menurut keterangan warga, keberadaan anak-anak baru diketahui setelah seseorang melihat sekilas cahaya lampu di sekitar lokasi.
"Ada warga yang sempat melihat sekilas sorotan lampu, kemudian mencoba mencarinya dan ketemu. Padahal warga sudah beberapa kali mencari tiga bocah itu di lokasi tersebut namun tidak ada," tutur Mudofir.
Meski ditemukan dalam kondisi lemas, ketiga bocah tidak mengalami luka serius. Setelah dievakuasi, mereka masih bisa diajak berkomunikasi meski berbicara dengan terbata-bata.
"Tidak ada luka serius. Alhamdulillah semua ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.
Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab ketiga bocah tersebut berada di lokasi itu selama berjam-jam. Peristiwa tersebut menjadi perbincangan luas di kalangan warga karena kronologi penemuan mereka yang dinilai tidak biasa, sementara berbagai cerita mengenai unsur gaib yang beredar di masyarakat masih sebatas keyakinan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin