Tabrakan Maut di Jalan Nasional Banyuwangi–Situbondo, Satu Pengendara Tewas

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 01:00 WIB
Personel Satlantas Polresta Banyuwangi saat melakukan olah TKP di Jalan Nasional Banyuwangi–Situbondo, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, RAbu (5/8). (Tri Pepri for Radar Banyuwangi)
Personel Satlantas Polresta Banyuwangi saat melakukan olah TKP di Jalan Nasional Banyuwangi–Situbondo, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, RAbu (5/8). (Tri Pepri for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Nasional Banyuwangi–Situbondo, tepatnya di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (5/8) sekitar pukul 11.45 WIB. Seorang perempuan pengendara sepeda motor tewas di lokasi setelah bertabrakan dengan sebuah truk yang diduga mengambil jalur berlawanan saat mendahului kendaraan di depannya.

Korban diketahui berinisial KLN, 34, warga Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Perempuan yang bekerja di sektor swasta tersebut mengalami luka berat akibat benturan keras dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Jenazahnya kemudian dievakuasi ke Puskesmas Wongsorejo.

Sementara itu, truk Mitsubishi bernomor polisi AA-9894-AP dikemudikan KBL, 54, warga Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Di dalam kendaraan tersebut juga terdapat seorang kernet berinisial SWO, 55. Keduanya dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah utara menuju selatan. Ketika tiba di lokasi kejadian, sopir truk diduga berusaha mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil lajur kanan.

"Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari," ujarnya.

Benturan keras membuat pengendara sepeda motor mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas Satlantas Polresta Banyuwangi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian, termasuk dugaan pelanggaran lalu lintas yang menjadi penyebab tabrakan tersebut.

Ipda Tri Pepri Alfian mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan mendahului kendaraan apabila kondisi lalu lintas dari arah berlawanan belum benar-benar aman, terutama di ruas jalan nasional yang memiliki arus kendaraan padat dan kecepatan tinggi.

"Kami mengingatkan pengemudi agar memastikan kondisi arus lalu lintas dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum mendahului kendaraan. Kesalahan mengambil lajur dapat berakibat fatal dan menghilangkan nyawa," tegasnya.

Polisi mengimbau para pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi marka dan rambu lalu lintas guna menekan angka kecelakaan di jalur nasional Banyuwangi–Situbondo yang menjadi salah satu ruas dengan mobilitas kendaraan tinggi. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Tabrakan truk pengendara tewas kecelakaan banyuwangi jalan nasional wongsorejo