Perahu Ojek Pengangkut Pekerja Kapal Terbalik di Tanjungwangi, Nelayan Jadi Penyelamat

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Sebuah perahu ojek yang beroperasi di dekat dermaga Tanjungwangi terbalik akibat dihantam ombak, Senin (3/8). (Nuri for Radar Banyuwangi)
Sebuah perahu ojek yang beroperasi di dekat dermaga Tanjungwangi terbalik akibat dihantam ombak, Senin (3/8). (Nuri for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Gelombang tinggi yang masih melanda perairan Selat Bali kembali memakan korban. Sebuah perahu ojek yang mengangkut dua pekerja kapal terbalik di sekitar perairan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Senin pagi (3/8). Beruntung, seluruh penumpang bersama nakhoda berhasil selamat setelah mendapat pertolongan cepat dari nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat perahu sedang mengantar dua pekerja menuju kapal. Ketika melintasi perairan dekat Pelabuhan Tanjungwangi, gelombang besar mengguncang perahu hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.

Dua penumpang yang berada di atas perahu langsung menyelamatkan diri dengan naik ke bagian lambung perahu yang mengapung dalam posisi terbalik. Sementara itu, nakhoda atau pemilik perahu bertahan dengan berpegangan pada bagian kitir sambil menunggu bantuan datang.

Tak lama berselang, sejumlah nelayan yang sedang berada di sekitar lokasi segera mendekat dan melakukan evakuasi terhadap para korban. Karena lokasi kejadian masih berada relatif dekat dengan bibir pantai, proses penyelamatan berlangsung cepat tanpa kendala berarti.

Ketua Kelompok Nelayan Mentari Timur, Saadi, mengatakan kondisi gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama perahu kecil tersebut kehilangan keseimbangan.

"Kalau lokasinya jauh dari pantai tentu lebih berbahaya. Ini masih dekat, tapi ombaknya memang besar beberapa hari terakhir," ujarnya.

Menurut Saadi, seluruh penumpang telah mengenakan pelampung sebelum perjalanan dimulai. Perlengkapan keselamatan itu menjadi faktor penting yang membuat seluruh korban mampu bertahan di atas air hingga bantuan datang.

"Pelampung sudah disiapkan, jadi penumpang bisa selamat semua," imbuhnya.

Ia menambahkan, insiden perahu terbalik bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Perahu-perahu berukuran kecil yang melayani penyeberangan pekerja kapal maupun aktivitas nelayan di sekitar bibir pantai memang lebih rentan diterjang ombak saat cuaca buruk melanda perairan Selat Bali.

Selain menghadapi ancaman cuaca ekstrem, jumlah perahu ojek nelayan yang masih beroperasi di kawasan Ketapang juga terus berkurang. Kondisi itu dipengaruhi rencana pembangunan dermaga baru yang berdampak terhadap keberlangsungan usaha para penyedia jasa angkutan laut tradisional tersebut.

"Dulu lebih banyak. Sekarang tinggal sekitar empat perahu saja yang masih beroperasi," pungkas Saadi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca di perairan Selat Bali. Nelayan dan pengguna jasa angkutan laut diimbau selalu memperhatikan informasi cuaca serta memastikan penggunaan alat keselamatan sebelum melakukan aktivitas di laut. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Tanjungwangi nelayan Ketapang perahu terbalik Gelombang Tinggi selat bali