Ular Kayu Muncul di Permukiman Bangorejo, Damkar Gunakan Cara Unik Mengevakuasi

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 02:30 WIB
Petugas Damkarmat Sektor Bangorejo mengevakuasi ular yang bersembunyi di pipa pembuangan air Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Minggu malam (2/8). (Sugiono for Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat Sektor Bangorejo mengevakuasi ular yang bersembunyi di pipa pembuangan air Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Minggu malam (2/8). (Sugiono for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Keresahan warga Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, akhirnya berakhir setelah seekor ular kayu sepanjang sekitar 1,5 meter berhasil dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi. Selama beberapa hari, reptil tersebut bersembunyi di dalam pipa pembuangan air di depan rumah warga dan memicu kekhawatiran penghuni maupun tetangga sekitar.

Evakuasi dilakukan pada Minggu malam (2/8) setelah pemilik rumah melaporkan keberadaan ular yang tak kunjung keluar dari persembunyiannya. Berkat penanganan cepat petugas, ular berhasil diamankan tanpa membahayakan warga maupun satwa tersebut.

Ular kayu itu diketahui bersembunyi di saluran pembuangan air di depan rumah milik Siti Umaiyah (41), warga Desa Ringintelu. Karena khawatir ular sewaktu-waktu keluar dan membahayakan keluarga, ia akhirnya meminta bantuan kepada Damkarmat Banyuwangi.

Petugas Damkarmat Sektor Bangorejo, Sugiono, mengatakan laporan dari warga diterima pada Minggu (2/8) sekitar pukul 19.05 WIB. Saat itu, kondisi lingkungan sudah dipenuhi warga yang penasaran sekaligus waswas dengan keberadaan ular tersebut.

"Pemilik rumah beserta keluarga dan warga sekitar resah," ujarnya.

Setelah menerima laporan, tim Damkarmat Sektor Bangorejo langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa perlengkapan evakuasi. Petugas kemudian melakukan identifikasi posisi ular sebelum menentukan metode penanganan yang paling aman.

Alih-alih menangkap secara paksa, petugas memilih menggunakan teknik khusus. Air dialirkan ke dalam pipa agar ular keluar dengan sendirinya. Begitu reptil itu muncul dari persembunyian, petugas segera mengamankannya menggunakan peralatan khusus sehingga proses evakuasi berlangsung cepat dan aman.

"Petugas menggunakan cara khusus, yaitu mengalirkan air sehingga ular keluar sendiri dan langsung diamankan," jelas Sugiono.

Setelah berhasil dievakuasi, ular kayu tersebut tidak dibunuh. Petugas membawanya ke lokasi yang jauh dari permukiman untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Sugiono mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap, mengusir, ataupun memindahkan ular maupun satwa liar lainnya secara mandiri. Tindakan tersebut berisiko membahayakan keselamatan warga maupun satwa.

"Apabila menemukan ular atau hewan liar lainnya di lingkungan tempat tinggal, segera hubungi petugas atau Call Center Damkarmat supaya penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman," imbaunya.

Damkarmat Banyuwangi mengingatkan bahwa saat musim tertentu satwa liar, termasuk ular, berpotensi masuk ke kawasan permukiman untuk mencari tempat berlindung atau sumber makanan. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
evakuasi ular ular kayu Desa Ringintelu Damkarmat Banyuwangi bangorejo