Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, Fokus Selamatkan Korban

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Tangkapan layar KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Kemenhub)
Tangkapan layar KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Kemenhub)

RADAR BANYUWANGI - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat menangani kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa, dengan mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), memperkuat koordinasi bersama Basarnas, serta melibatkan berbagai instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi secepat mungkin dalam kondisi aman.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud menegaskan penyelamatan korban menjadi prioritas utama sejak laporan kebakaran diterima pada Minggu (2/8) pagi.

"Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal," kata Masyhud di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan laporan awal yang diterima Kementerian Perhubungan, kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Informasi tersebut masuk ke Kemenhub sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi intensif bersama Basarnas, Kantor Kesyahbandaran, serta instansi terkait lainnya.

Sebagai langkah awal penanganan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget segera menyiarkan informasi kecelakaan kapal kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Bersamaan dengan itu, KPLP mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211, sedangkan Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo guna memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan.

Masyhud mengungkapkan kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal pertama yang berhasil menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II. Namun, kapal tersebut tidak dapat melakukan proses evakuasi lantaran sedang mengangkut muatan berbahaya sehingga penyelamatan korban dilanjutkan oleh kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dengan dukungan berbagai unsur SAR gabungan serta sejumlah kapal niaga yang melintas di kawasan tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa II masih dalam penyelidikan oleh tim yang berwenang.

"Kementerian Perhubungan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data selesai diverifikasi," ujar Masyhud.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan hingga Minggu pukul 18.00 WIB sebanyak 232 korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kebakaran. Dari jumlah tersebut, 227 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH mengatakan seluruh korban dievakuasi melalui operasi SAR gabungan yang melibatkan kapal-kapal penolong di sekitar lokasi insiden.

"Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia," ujar Nanang.

Di tengah berlangsungnya operasi penyelamatan, aparat masih melakukan pendataan terhadap manifest penumpang serta mengumpulkan berbagai informasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Pemerintah memastikan seluruh perkembangan penanganan insiden akan disampaikan secara bertahap setelah proses verifikasi selesai dilakukan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
kapal patroli km mutiara sentosa kemenhub laut jawa evakuasi korban