KCIC Bongkar Modus Penipuan Berkedok Whoosh di WhatsApp, Jangan Sampai Transfer ke Rekening Pribadi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:32 WIB
KCIC mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan berkedok layanan Kereta Cepat Whoosh melalui WhatsApp. (Pexels/Noval Gani)
KCIC mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan berkedok layanan Kereta Cepat Whoosh melalui WhatsApp. (Pexels/Noval Gani)

RADARBANYUWANGI.ID - Pengguna Kereta Cepat Whoosh diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan layanan resmi melalui aplikasi WhatsApp. Pelaku bahkan menggunakan logo, nama perusahaan, jadwal perjalanan, hingga materi promosi yang menyerupai layanan asli untuk meyakinkan calon korban agar melakukan transfer ke rekening pribadi.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan masyarakat tidak boleh mudah percaya hanya karena pesan yang diterima menampilkan identitas Whoosh. Sebelum melakukan transaksi, pelanggan harus memastikan nomor yang dihubungi dan kanal pembelian yang digunakan merupakan saluran resmi.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan berbagai modus penipuan terus bermunculan seiring meningkatnya penggunaan layanan digital untuk pembelian tiket kereta cepat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Antara.

Menurut Eva, pelaku sengaja memanfaatkan identitas Whoosh agar korban percaya dan bersedia mengikuti seluruh arahan yang diberikan melalui percakapan WhatsApp.

KCIC mengungkapkan salah satu modus yang ditemukan diawali dari iklan di media sosial yang mengatasnamakan Whoosh. Iklan tersebut mengarahkan masyarakat untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu yang sebenarnya bukan milik layanan resmi.

Setelah komunikasi berlangsung, pelaku mengirimkan informasi jadwal perjalanan yang dibuat menyerupai layanan resmi. Korban kemudian diminta mengisi data pribadi dengan alasan proses pemesanan tiket.

Tidak berhenti di situ, pelaku selanjutnya mengarahkan korban untuk melakukan pembayaran ke rekening perorangan. Dalam beberapa kasus, pelaku juga menawarkan promo khusus, potongan harga, atau fasilitas perjalanan yang sebenarnya tidak pernah disediakan oleh Whoosh.

KCIC menegaskan seluruh proses tersebut bukan bagian dari mekanisme pelayanan resmi perusahaan.

KCIC memastikan pembayaran tiket Whoosh tidak pernah dilakukan melalui rekening pribadi maupun rekening yang dikirimkan melalui nomor WhatsApp tidak resmi.

Karena itu, masyarakat diminta segera menghentikan komunikasi apabila menerima permintaan transfer ke rekening atas nama individu yang mengaku sebagai petugas Whoosh.

Kewaspadaan menjadi semakin penting karena pelaku biasanya berusaha menciptakan kesan mendesak agar korban segera melakukan pembayaran tanpa sempat melakukan verifikasi.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, KCIC mengingatkan bahwa tiket Whoosh hanya dijual melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, loket stasiun Whoosh, Ticket Vending Machine (TVM), Access by KAI, Livin' by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

Sementara itu, layanan Whoosh Contact Center di nomor 0811-8888-111 digunakan untuk memperoleh informasi layanan, menyampaikan kritik dan saran, pengaduan pelanggan, pemesanan rombongan, hingga layanan voucher perjalanan.

Masyarakat juga perlu mengenali sejumlah tanda yang patut dicurigai saat menerima penawaran pembelian tiket Whoosh.

Beberapa cirinya antara lain:

Apabila menemukan salah satu tanda tersebut, masyarakat sebaiknya tidak melanjutkan komunikasi sebelum memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Whoosh.

Selain mewaspadai nomor WhatsApp yang tidak dikenal, KCIC juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan maupun dokumen yang dikirimkan oleh pihak yang mengatasnamakan Whoosh.

Tautan tersebut berpotensi digunakan untuk mencuri data pribadi maupun informasi perbankan yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Karena itu, setiap informasi yang diterima sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu melalui aplikasi maupun layanan resmi Whoosh sebelum melakukan transaksi.

KCIC mengimbau masyarakat segera mengambil langkah berikut apabila menemukan indikasi penipuan:

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kerugian yang lebih besar sekaligus membantu mengurangi jumlah korban penipuan yang mengatasnamakan layanan Whoosh.

Maraknya penipuan digital yang mencatut nama perusahaan transportasi menunjukkan pelaku semakin memanfaatkan tingginya aktivitas transaksi secara daring. Oleh karena itu, masyarakat diimbau selalu melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi serta tidak mudah tergiur promo yang beredar di media sosial maupun aplikasi pesan instan tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Penipuan WhatsApp KCIC WHOOSH