RADAR BANYUWANGI – Kecelakaan lalu lintas akibat rem blong terjadi di kawasan simpang tiga Letter S, Dusun Balo'an, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Selasa (28/7) sekitar pukul 14.45 WIB. Sebuah truk diesel bermuatan penuh pakan ternak kehilangan kendali, terguling, lalu menghantam sebuah mobil Toyota Kijang Innova yang datang dari arah berlawanan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kecelakaan bermula ketika truk diesel berwarna kuning bernomor polisi P 8888 SL melaju dari arah utara. Kendaraan yang dikemudikan Aris Setiyawan (22), warga Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, berencana berbelok ke arah timur di persimpangan Letter S.
Namun, sekitar 100 meter sebelum lokasi kejadian, sistem pengereman truk dilaporkan tiba-tiba tidak berfungsi. Kondisi itu membuat sopir kehilangan kendali saat memasuki tikungan yang dikenal cukup tajam.
"Truk bermuatan penuh karung pakan ternak itu berencana berbelok ke arah timur," ujar Kanit Lantas Polsek Genteng Ipda Suwandono.
Menurutnya, setelah rem mengalami gangguan, kendaraan langsung oleng dan sulit dikendalikan.
"Truk langsung oleng karena sopir panik dan lepas kendali," katanya.
Pada saat bersamaan, dari arah timur melaju Toyota Kijang Innova putih bernomor polisi P 1589 VR yang dikemudikan Sadyani Suseno Hadi (61), warga Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.
Melihat truk bergerak tidak stabil, pengemudi Innova berusaha menghindar dengan membanting setir ke kiri. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Truk kemudian terguling ke sisi kanan dan menghantam bagian depan kanan mobil Innova.
"Benturan tidak bisa terhindarkan," tegas Suwandono.
Akibat benturan keras tersebut, puluhan karung pakan ternak yang diangkut truk tumpah ke badan jalan. Sebagian muatan bahkan terpental hingga masuk ke area persawahan milik Jemadi (60), warga setempat.
Petugas kepolisian menerima laporan sekitar pukul 15.00 WIB. Personel Unit Lalu Lintas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
"Laporan dari masyarakat masuk sekitar pukul 15.00. Personel piket Lantas langsung kami terjunkan ke TKP untuk melakukan penanganan serta olah tempat kejadian awal," jelasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi, polisi menyimpulkan penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan fungsi sistem pengereman pada truk yang melintas di jalur persimpangan tersebut.
"Dari keterangan pengemudi truk serta saksi-saksi di lapangan, sekitar 100 meter sebelum pertigaan Letter S rem truk sudah bermasalah atau blong," kata Suwandono.
Meski menyebabkan kerusakan pada kedua kendaraan dan muatan berserakan di lokasi, insiden ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Polisi mengimbau seluruh pengemudi kendaraan angkutan barang untuk rutin memeriksa kondisi rem dan komponen keselamatan lainnya, terutama sebelum melintasi jalur yang memiliki tikungan tajam maupun kontur menurun. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin