RADAR BANYUWANGI – Seekor penyu hijau berukuran besar ditemukan dalam kondisi mati di bibir Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Selasa sore (28/7). Bangkai satwa laut yang dilindungi tersebut sontak menarik perhatian warga setelah terbawa ombak hingga ke tepi pantai. Dugaan sementara, penyu mati akibat sakit karena pada beberapa bagian tubuhnya ditemukan banyak parasit.
Penemuan bangkai penyu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.00 WIB. Hewan yang juga dikenal sebagai kura-kura laut itu terdampar di kawasan pantai sebelum akhirnya dikerumuni warga yang penasaran dengan kondisinya.
Salah seorang pengelola Pantai Grajagan, Suyono, mengatakan saat ditemukan penyu sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Hingga kini penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan.
"Saat ditemukan sudah mati. Namun penyebab pasti kematian penyu itu tidak diketahui," ujarnya.
Menurut Suyono, ukuran penyu tersebut tergolong besar, diperkirakan selebar ban mobil dengan berat mencapai 50 hingga 100 kilogram. Setelah dilakukan pemeriksaan secara kasat mata, warga menemukan banyak parasit yang menempel di tubuh satwa tersebut.
Kondisi itulah yang memunculkan dugaan sementara bahwa penyu mengalami gangguan kesehatan sebelum akhirnya mati di laut dan terbawa gelombang ke bibir Pantai Grajagan.
Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga. Bangkai penyu kemudian dikuburkan tidak jauh dari lokasi pertama kali ditemukan untuk mencegah pencemaran lingkungan.
"Warga bersama-sama mengubur bangkai penyu itu tak jauh dari lokasi awal ditemukan," terang Suyono.
Hingga Rabu (29/7), penyebab kematian penyu masih belum diketahui secara pasti. Selain kemungkinan terserang penyakit, faktor usia maupun kondisi alam juga tidak menutup kemungkinan menjadi penyebab satwa tersebut mati sebelum akhirnya terdampar.
"Penyebab kematian penyu itu kami kurang paham. Tetapi yang jelas pada tubuh penyu itu banyak parasit. Mungkin karena sakit atau memang sudah tua sehingga mati dan kemudian terbawa ombak ke pantai," katanya.
Suyono menambahkan, kawasan pesisir Pantai Grajagan memang merupakan salah satu habitat yang kerap didatangi penyu untuk bertelur. Tidak jarang warga menemukan sarang maupun telur penyu di sepanjang kawasan pantai tersebut.
"Sarang dan telur penyu juga sering ditemukan di sekitar Pantai Grajagan," pungkasnya.
Temuan penyu hijau yang mati ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem laut dan habitat satwa dilindungi. Penyu hijau merupakan salah satu spesies yang dilindungi di Indonesia karena populasinya terus menghadapi ancaman, mulai dari kerusakan habitat, pencemaran laut, hingga aktivitas manusia. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin