Tak Pulang Semalaman, Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi, Diduga Terserang Jantung

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 23:30 WIB
Jajaran Polsek Songgon mendatangi rumah duka mendiang Hariyono di Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Selasa (28/7). (PUJI for Radar Banyuwangi)
Jajaran Polsek Songgon mendatangi rumah duka mendiang Hariyono di Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Selasa (28/7). (PUJI for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Warga Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, digemparkan dengan penemuan seorang petani yang meninggal dunia di gubuk kayu dekat kandang sapi miliknya, Selasa (29/7) pagi. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung setelah mengalami kelelahan karena merawat belasan ekor ternak seorang diri.

Korban diketahui bernama Hariyono, 57. Jasadnya pertama kali ditemukan sang istri, Sulastri, 64, sekitar pukul 06.00 WIB saat hendak mengantarkan sarapan. Hariyono sebelumnya tidak pulang ke rumah sejak sehari sebelumnya karena berada di area kandang.

Sesampainya di lokasi, Sulastri mendapati suaminya tergeletak telentang di dalam gubuk kayu dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Temuan itu segera dilaporkan kepada warga dan diteruskan ke Polsek Songgon.

Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono mengatakan, personel kepolisian bersama tim medis Puskesmas Songgon dan perangkat desa langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap korban.

"Dari hasil pemeriksaan medis bersama tim dari Puskesmas Songgon, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Estimasi kematian diperkirakan sekitar tiga jam sebelum korban ditemukan," ujar AKP Pudji Wahyono.

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korban meninggal karena faktor kesehatan. Polisi juga menggali keterangan dari sejumlah saksi, termasuk tetangga korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sehari sebelum ditemukan meninggal Hariyono sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kelelahan. Selama ini ia diketahui merawat belasan ekor sapi seorang diri, sehingga aktivitas fisik yang dijalaninya cukup berat setiap hari.

"Dari keterangan tetangga, korban sempat mengeluh kelelahan akibat memelihara puluhan ekor ternaknya seorang diri. Diduga kuat korban mengalami serangan jantung akibat kelelahan fisik," jelas Kapolsek.

Meski polisi sempat menawarkan autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis, keluarga memutuskan menolak. Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

"Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi dan langsung disemayamkan," pungkas AKP Pudji Wahyono.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi pekerja yang menjalani aktivitas fisik berat setiap hari. Polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam penemuan jenazah tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Songgon Banyuwangi petani meninggal Hariyono kandang sapi serangan jantung