RADAR BANYUWANGI – Seorang pekerja penjaga kandang ayam asal Kabupaten Jember ditemukan meninggal dunia di kamar mes tempatnya bekerja di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Selasa (29/7) pagi. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diduga meninggal akibat penyakit sesak napas yang telah lama dideritanya.
Korban diketahui bernama Suyetno, 74, warga Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Selama sekitar dua bulan terakhir, ia bekerja sebagai penjaga kandang ayam di Kecamatan Srono.
Kapolsek Srono AKP Sutarkam mengatakan, korban pertama kali diketahui meninggal dunia oleh dua rekan kerjanya sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu keduanya bermaksud mengajak korban sarapan.
Mereka sempat mencoba membangunkan Suyetno, namun tidak mendapat respons. Karena mengira korban masih tertidur, keduanya memutuskan berangkat sarapan lebih dahulu.
"Lantaran tak kunjung bangun, kedua rekannya meninggalkan korban untuk sarapan," ujar AKP Sutarkam.
Sekitar pukul 07.00 WIB, kedua rekan korban kembali ke mes dan kembali berusaha membangunkan Suyetno dengan menggedor pintu kamar. Karena tetap tidak ada jawaban, salah seorang di antaranya mendobrak pintu.
Korban kemudian ditepuk dan dipanggil berulang kali, namun tetap tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Mengetahui kondisi tersebut, rekan korban segera melapor kepada pemilik kandang ayam yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Srono.
"Korban tetap tidak merespons. Selanjutnya rekannya melaporkan ke pemilik kandang ayam dan dilanjutkan ke Polsek Srono," katanya.
Menerima laporan itu, personel Polsek Srono bersama tim medis dari Puskesmas Wonosobo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan.
"Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar empat jam sebelum ditemukan. Selanjutnya korban diantar ke rumah duka untuk proses pemakaman," jelas Sutarkam.
Penyelidikan juga mengungkap bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal, tepatnya pada Senin (28/7) sore, Suyetno sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang demam dan mengalami panas dingin kepada rekan kerjanya. Setelah itu ia mengonsumsi obat untuk meredakan keluhan tersebut.
Petugas menemukan sejumlah obat-obatan di samping tubuh korban saat melakukan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan keterangan keluarga di Jember, Suyetno diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
"Berdasar keterangan pihak keluarga di Jember, korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan tindakan autopsi," pungkas AKP Sutarkam. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin