RADAR BANYUWANGI — Satu nyawa melayang setelah dua sepeda motor terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Jember–Genteng, tepatnya di Dusun Curah Tangi Timur, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Sabtu sore (25/7). Kecelakaan tersebut diduga dipicu aksi pengendara motor yang mendahului kendaraan di depannya tanpa memastikan kondisi aman dari arah berlawanan.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial MAY, 25, warga Dusun Sepanjang Kulon, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore. Ia mengembuskan napas terakhir setelah mengalami luka parah di bagian kepala akibat benturan keras dalam kecelakaan tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30, tepat di depan Toko Kaca Mobil Curah Tangi. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat hitam bernopol P 5367 QBS yang dikendarai Mashudi, 46, warga Dusun Jalen, Desa Setail, dengan sepeda motor Honda Vario hitam bernopol P 6483 SD yang dikendarai M Raffi Syaifulloh, 19.
Kanit Lantas Polsek Genteng Ipda Suwandono mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi, Mashudi melaju dari arah timur menuju barat. Saat itu, ia membonceng anaknya, AS, yang masih berusia empat tahun.
"Mashudi sedang membonceng anaknya, AS yang berusia 4 tahun," kata Suwandono.
Motor Vario Nekat Mendahului Mobil
Sesampainya di lokasi kejadian, Mashudi memperlambat laju sepeda motornya. Ia berada di sekitar marka tengah jalan karena hendak berbelok ke kanan menuju sebuah gang.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan atau dari barat, melaju sebuah mobil. Di belakang mobil tersebut terdapat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Raffi dengan membonceng MAY.
Petaka terjadi ketika Raffi berusaha mendahului mobil yang berada di depannya.
Diduga, saat melakukan manuver tersebut, pengendara Vario tidak mengetahui bahwa dari arah berlawanan terdapat sepeda motor yang dikendarai Mashudi.
"Pengendara sepeda motor tersebut tidak tahu jika dari arah berlawanan sudah ada motor yang dikemudikan Mashudi," jelas Suwandono.
Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat ditambah kecepatan kendaraan membuat tabrakan tak terhindarkan. Dua sepeda motor tersebut terlibat benturan depan dengan depan atau adu banteng.
Benturan keras membuat empat orang yang berada di atas kedua sepeda motor terhempas ke badan jalan. Kedua kendaraan juga mengalami kerusakan parah pada bagian depan.
Pengendara dan penumpang Honda Vario dilaporkan sempat tergeletak tak sadarkan diri di lokasi kejadian.
"Pengendara dan penumpang Vario tergeletak tak sadarkan diri di lokasi. Korban (MAY) dinyatakan meninggal dunia saat sampai rumah sakit," terangnya.
Polisi Amankan Dua Motor sebagai Barang Bukti
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil penanganan awal, polisi menduga kecelakaan tersebut terjadi akibat kurang hati-hatinya pengendara Honda Vario saat berusaha mendahului kendaraan di depannya.
Manuver mendahului yang dilakukan tanpa memperhitungkan ruang aman dari arah berlawanan menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan.
"Anggota kami langsung ke TKP untuk olah tempat kejadian perkara," kata Suwandono.
Dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan berikut surat-surat kendaraannya kini telah diamankan di Mapolsek Genteng untuk kepentingan penyelidikan dan sebagai barang bukti.
Selain menyebabkan satu orang meninggal dunia, kecelakaan tersebut juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 4 juta.
Kanit Lantas Polsek Genteng mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain.
Pengendara diminta memastikan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum melakukan manuver mendahului.
"Kami imbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan perhitungan saat hendak mendahului kendaraan lain, terutama di jalur utama yang padat," imbau Suwandono.
Kecelakaan tersebut kembali menjadi pengingat bahwa satu keputusan singkat di jalan raya dapat berujung fatal. Terlebih saat kendaraan melaju di jalur utama dengan arus lalu lintas yang cukup padat.
Memastikan jarak aman, memperhitungkan kondisi dari arah berlawanan, dan tidak memaksakan diri mendahului menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin