RADAR BANYUWANGI — Niat petugas Puskesmas Jajag melakukan pemeriksaan rutin terhadap seorang warga di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Senin (27/6), berujung duka. Bukannya mendapati warga yang hendak diperiksa, tim medis justru menemukan Sutrisno, 43, sudah tak bernyawa di dalam rumahnya.
Pria yang diketahui tinggal seorang diri itu ditemukan dalam kondisi telentang dan tidak bergerak. Jasad korban kali pertama diketahui tim medis bersama petugas pemerintah desa yang datang untuk melakukan pemeriksaan rutin.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengatakan, sebelum masuk ke rumah, petugas sempat memanggil korban dari luar. Namun, tidak ada respons dari Sutrisno.
"Korban dipanggil dari luar tidak ada respons sama sekali," kata AKP Dwi.
Karena tidak mendapat jawaban, petugas kemudian masuk ke dalam rumah. Saat itulah mereka dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tergeletak dan tidak bergerak.
Setelah memastikan kondisi korban, petugas langsung melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Gambiran.
"Saat dicek, korban sudah tidak bernyawa. Hal ini langsung dilaporkan ke Polsek Gambiran," terang AKP Dwi.
Diduga Meninggal dalam 1×24 Jam
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, Sutrisno diduga telah meninggal dunia dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum ditemukan.
Petugas medis juga menduga korban meninggal akibat luka dalam. Namun, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan awal.
Menurut AKP Dwi, kepastian penyebab kematian sebenarnya dapat diketahui melalui proses otopsi atau bedah mayat. Namun, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak melakukan otopsi.
"Untuk memastikan secara pasti penyebab kematian korban perlu dilakukan otopsi (bedah mayat). Namun, pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah, kemudian jenazah dimakamkan," terangnya.
Jenazah korban kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga.
Dalam Pengawasan Medis Puskesmas Jajag
Dari keterangan warga setempat, Sutrisno selama ini diketahui tinggal seorang diri dan memiliki riwayat gangguan jiwa. Ia juga tercatat dalam pengawasan medis Puskesmas Jajag.
AKP Dwi menyebut korban beberapa kali mendapat rujukan ke tempat rehabilitasi kejiwaan. Namun, dalam beberapa kesempatan, korban disebut melarikan diri dari tempat rehabilitasi tersebut.
"Selama ini, korban dalam penanganan medis dari Puskesmas Jajag dengan riwayat gangguan jiwa," pungkasnya.
Penemuan tersebut menjadi perhatian karena korban tinggal seorang diri. Pemeriksaan rutin yang semula ditujukan untuk memantau kondisi kesehatan korban justru berujung pada ditemukannya korban dalam kondisi telah meninggal dunia.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap warga yang membutuhkan perhatian medis secara berkelanjutan, terutama bagi mereka yang tinggal seorang diri. (*)
Editor : Ali Sodiqin