RADAR BANYUWANGI — Selat Bali kembali menunjukkan kondisi perairan yang perlu diwaspadai. Gelombang tinggi terpantau terjadi pada Senin (27/7/2026) siang sekitar pukul 14.05 WIB, sehingga pengguna jasa penyeberangan diminta meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan cuaca.
Informasi tersebut disampaikan berdasarkan laporan dari BPTD Ketapang. Kondisi gelombang tinggi menjadi perhatian karena Selat Bali merupakan jalur penyeberangan padat yang menghubungkan Banyuwangi, Jawa Timur, dengan Gilimanuk, Bali.
Pengguna jasa yang hendak melakukan perjalanan melalui jalur penyeberangan diimbau tidak mengabaikan kondisi cuaca dan perairan. Pemantauan informasi terbaru dinilai penting untuk mengetahui perkembangan situasi sebelum maupun selama perjalanan.
Kondisi gelombang tinggi dapat memengaruhi aktivitas pelayaran, termasuk kenyamanan perjalanan penumpang dan operasional kapal. Karena itu, masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan diharapkan mengikuti arahan petugas serta memperhatikan informasi resmi terkait kondisi pelayaran.
Imbauan kewaspadaan ini terutama ditujukan kepada calon penumpang yang akan menyeberang melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk. Masyarakat diminta memastikan kondisi perjalanan dan terus memperbarui informasi cuaca sebelum berangkat.
Dengan kondisi perairan yang dinamis, pengguna jasa penyeberangan diharapkan tetap tenang namun tidak lengah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, sementara perkembangan kondisi gelombang dan cuaca perlu dipantau secara berkala.
Waspadai Perubahan Cuaca
Gelombang tinggi di Selat Bali menjadi pengingat bahwa kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu. Pengguna jasa penyeberangan diminta mengikuti informasi dari pihak berwenang dan tidak mengambil keputusan perjalanan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
BPTD Ketapang juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau kondisi cuaca. Langkah tersebut penting agar pengguna jasa dapat mengantisipasi perubahan situasi di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, kewaspadaan menjadi kunci. Dengan memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas, pengguna jasa diharapkan dapat menjalani perjalanan dengan lebih aman di tengah kondisi gelombang tinggi yang terjadi di Selat Bali. (*)
Editor : Ali Sodiqin