RADAR BANYUWANGI – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,5 mengguncang Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/7/2026) malam. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA itu sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan informasi resmi BMKG Stasiun Geofisika, gempa terjadi pada koordinat 10,00 derajat Lintang Selatan dan 123,71 derajat Bujur Timur. Episentrum berada di darat, sekitar 19 kilometer barat daya Kabupaten Kupang, dengan kedalaman 26 kilometer.
Data tersebut menunjukkan gempa tergolong gempa dangkal, sehingga guncangannya dapat dirasakan cukup kuat di sekitar wilayah episentrum meski tidak memicu ancaman tsunami.
BMKG menegaskan, hasil analisis sementara tidak menunjukkan adanya potensi gelombang tsunami akibat aktivitas tektonik tersebut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan (aftershock).
"Warga diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG," demikian imbauan BMKG.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Aparat dan instansi terkait masih terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak agar menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan hingga dipastikan aman. Warga juga diminta memastikan informasi kebencanaan hanya berasal dari kanal resmi BMKG maupun instansi pemerintah yang berwenang.
Gempa tektonik masih menjadi ancaman yang kerap terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur karena berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa susulan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko saat terjadi bencana. (*)
Editor : Ali Sodiqin