Gempa M5,3 Guncang Kupang, Warga Berhamburan Keluar Mal, BMKG: Berasal dari Zona Subduksi

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:36 WIB
Kupang Diguncang Gempa M5,3, BMKG Catat Guncangan Terkuat Capai Skala V MMI. (Tangkapan Layar Google)
Kupang Diguncang Gempa M5,3, BMKG Catat Guncangan Terkuat Capai Skala V MMI. (Tangkapan Layar Google)

RADAR BANYUWANGI – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 mengguncang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu petang (26/7). Guncangan yang terasa cukup kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar dari pusat perbelanjaan maupun bangunan untuk menyelamatkan diri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diminta tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan. 

BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 18.57 WITA. Hasil analisis terbaru menunjukkan magnitudo diperbarui menjadi M5,3 dari informasi awal M5,5. Episenter gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Kupang, dengan kedalaman 44 kilometer. 

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng tektonik di wilayah Nusa Tenggara.

"Hasil analisis menunjukkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi," demikian keterangan BMKG. 

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, wilayah dengan intensitas tertinggi mencapai V MMI, yakni di Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Oelamasi. Pada tingkat ini, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk, banyak orang terbangun, barang-barang dapat terjatuh, gerabah pecah, hingga benda-benda besar bergoyang.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kota Kupang, Soe, Kefamenanu, dan Baa. Pada level tersebut, getaran dirasakan hampir semua orang di dalam rumah dan sebagian warga memilih keluar bangunan karena khawatir terjadi gempa susulan. 

Kepanikan warga juga terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang. Sejumlah pengunjung bergegas keluar setelah merasakan guncangan yang datang dalam dua kali hentakan.

"Gempanya dua kali. Pertama terasa pelan tetapi kedua kali lebih kuat guncangannya," ujar Lia, salah seorang pengunjung pusat perbelanjaan, seperti dikutip dari Antara.

BMKG menegaskan hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami. Hingga beberapa saat setelah kejadian, pemantauan BMKG juga belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock). Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan. 

Hingga Senin pagi (27/7), gempa Kupang masih tercatat sebagai gempa terkini yang dirasakan di wilayah Indonesia berdasarkan data BMKG. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai aktivitas kegempaan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Gempa Kupang, Gempa M5 3, NTT, Zona subduksi, BMKG
Gempa M5 3 mengguncang Kupang NTT. BMKG menyebut gempa berasal dari zona subduksi dirasakan hingga skala V MMI dan tidak berpotensi tsunami.