Kapal Bermuatan Sembako Tenggelam di Laut Bali, Satpolairud dan Basarnas Evakuasi 6 ABK

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 02:00 WIB
Petugas Satpolairud Polresta Banyuwangi bersama tim Basarnas mengevakuasi ABK KM Genius yang tenggelam di perairan utara Buleleng, Bali, Sabtu (25/7). (Humas Polresta Banyuwangi)
Petugas Satpolairud Polresta Banyuwangi bersama tim Basarnas mengevakuasi ABK KM Genius yang tenggelam di perairan utara Buleleng, Bali, Sabtu (25/7). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kesigapan personel Satpolairud Polresta Banyuwangi kembali menyelamatkan nyawa para pelaut. Enam awak kapal (ABK) KM Genius berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapal kayu bermuatan sekitar 30 ton sembako yang mereka tumpangi tenggelam di perairan utara Buleleng, Bali, Sabtu (25/7).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di titik koordinat 8°56’44.20” LS - 114°38’32.40” BT. Sebelum insiden, KM Genius diketahui bertolak dari Dermaga Boom Banyuwangi sekitar pukul 04.00 WIB dengan tujuan Dermaga Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Insiden bermula ketika kapal berada di tengah pelayaran. Mesin sebelah kanan mengalami getaran tidak normal sehingga nahkoda Panji Muchtar memutuskan menghentikan mesin untuk melakukan pemeriksaan.

Namun situasi berubah menjadi darurat setelah air laut masuk melalui bosh as mesin yang patah. Debit air yang terus bertambah membuat kapal perlahan kehilangan daya apung hingga akhirnya tenggelam.

Dalam kondisi genting, nahkoda bersama lima ABK lainnya berhasil menyelamatkan diri menggunakan jaket pelampung serta rakitan gabus atau styrofoam yang telah dipersiapkan sebagai alat penyelamat darurat.

Sembari bertahan di tengah laut, nahkoda segera menghubungi Kanit Pos Utara Satpolairud Polresta Banyuwangi Aipda Haerul Umam untuk meminta bantuan.

Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Satpolairud Polresta Banyuwangi. Dipimpin Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, personel segera berkoordinasi dengan Basarnas dan bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.

Kerja cepat tim gabungan membuahkan hasil. Kurang dari satu jam setelah laporan diterima, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Enam awak kapal kemudian dievakuasi menuju Dermaga Tanjung Wangi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus memastikan kondisi kesehatan mereka pascakecelakaan laut tersebut.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi mengatakan, keselamatan seluruh awak kapal menjadi prioritas utama begitu laporan diterima dari nahkoda.

"Begitu menerima informasi dari nahkoda melalui anggota kami di Pos Utara, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan Basarnas. Fokus utama kami adalah penyelamatan seluruh awak kapal. Alhamdulillah enam orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan segera dievakuasi ke Dermaga Tanjungwangi," ujarnya.

Menurut Wahyudi, keberhasilan operasi penyelamatan itu menjadi bukti pentingnya koordinasi cepat antarinstansi dalam menangani kecelakaan di wilayah perairan.

Ia menegaskan, kehadiran Satpolairud Polresta Banyuwangi tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum di laut, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan melalui operasi pencarian dan penyelamatan.

"Setiap laporan darurat di wilayah perairan akan kami respons secepat mungkin. Keselamatan masyarakat, khususnya para pelaut, menjadi prioritas utama dalam setiap operasi," tegasnya.

Insiden tenggelamnya KM Genius menjadi pengingat pentingnya kesiapan alat keselamatan di atas kapal serta pemeriksaan kondisi mesin sebelum pelayaran. Berkat respons cepat Satpolairud Polresta Banyuwangi bersama Basarnas, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
KM Genius Satpolairud Banyuwangi evakuasi abk basarnas kapal tenggelam