RADAR BANYUWANGI – Polisi masih memburu titik terang di balik bentrokan yang mengguncang kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/7). Sejumlah langkah penyelidikan terus dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga penelusuran kronologi untuk mengungkap penyebab dan pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Insiden yang melibatkan sekelompok orang dengan warga itu tidak hanya memicu kepanikan, tetapi juga mengakibatkan satu bangunan semi permanen dan empat sepeda motor hangus terbakar. Empat orang mengalami luka-luka dan telah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan aparat langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat. Langkah cepat itu dilakukan untuk mengendalikan situasi sekaligus memastikan keamanan warga di sekitar lokasi kejadian.
"Berdasarkan informasi awal, keributan bermula saat sekelompok orang diduga mendatangi sebuah warung makan di samping Masjid Jami Matraman sambil membawa senjata tajam. Kelompok tersebut diduga merusak gerobak nasi uduk hingga memicu keributan dengan warga," ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (27/7).
Dari hasil penyelidikan sementara, bentrokan kemudian bergeser ke kawasan Jalan Tambak Nomor 85. Di lokasi tersebut, kerusuhan berujung pada kebakaran yang menghanguskan bangunan semi permanen beserta empat unit sepeda motor.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti bentrokan sekaligus mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat.
Pendalaman tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan agar penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.
Meski penyelidikan masih berlangsung, Polda Metro Jaya memastikan situasi di kawasan Jalan Tambak telah kembali kondusif. Aktivitas masyarakat pun dilaporkan berjalan normal di bawah pengawasan aparat kepolisian.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Aparat juga meminta warga yang mengetahui rangkaian kejadian atau memiliki informasi terkait bentrokan tersebut untuk memberikan keterangan kepada penyidik guna mempercepat proses pengungkapan kasus. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com