Lilin Diduga Picu Kebakaran Rumah di Sukabumi, Tiga Anak Tewas Terjebak saat Tertidur

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB
Polsek Nyalindung bersama petugas gabungan saat olah TKP kebakaran yang menewaskan tiga anak di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7) malam. (Istimewa)
Polsek Nyalindung bersama petugas gabungan saat olah TKP kebakaran yang menewaskan tiga anak di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7) malam. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Tragedi kebakaran merenggut tiga nyawa anak-anak di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) malam. Sebuah rumah panggung ludes dilalap api sekitar pukul 19.30 WIB. Tiga korban yang sedang tertidur di dalam kamar tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.

Korban masing-masing diketahui bernama Aljenar Malik Saputro, seorang siswa sekolah dasar, Saka Asadek yang masih bersekolah di PAUD, serta Shakila Almahira Quenza, seorang balita. Ketiganya berada di ruangan yang sama ketika kobaran api mulai membesar.

Peristiwa memilukan itu kini masih diselidiki aparat kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada nyala lilin yang digunakan sebagai penerangan setelah wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik sejak sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolsek Nyalindung Iptu M. Yanuar Fajar menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, lilin dinyalakan di ruang tamu oleh anak pertama ketika aliran listrik padam. Setelah itu, korban beristirahat dan diduga tertidur sebelum api mulai berkobar.

"Kronologinya, anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena mati lampu. Setelah itu korban tidur, lalu terjadi kebakaran," ujar Yanuar, Jumat (24/7/2026).

Rumah panggung yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar hingga ke kamar tempat ketiga korban berada.

Menurut Yanuar, luka bakar yang dialami para korban hampir mencapai 100 persen akibat besarnya kobaran api.

Polisi juga masih mendalami kondisi kamar saat kebakaran terjadi, termasuk memastikan apakah pintu kamar dalam keadaan terkunci atau tidak sehingga korban kesulitan menyelamatkan diri.

"Kami masih mendalami apakah kamar korban dalam keadaan terkunci atau tidak saat kebakaran terjadi," katanya.

Angin Kencang Mempercepat Api Melalap Rumah

Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, mengatakan cuaca saat kejadian turut memperparah situasi. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah panggung.

Upaya penyelamatan sebenarnya sempat dilakukan keluarga. Nenek korban, Nia Kurniasih (53), berusaha memadamkan api sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar. Namun, kobaran api berkembang terlalu cepat sehingga warga tidak mampu menjangkau para korban yang masih berada di dalam rumah.

"Nenek korban sempat berupaya memadamkan api dan meminta pertolongan, namun warga kewalahan karena api merambat sangat cepat," ujar Ganda.

Api Padam dalam 30 Menit, Polisi Pasang Garis TKP

Setelah menerima laporan, tim gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran langsung menuju lokasi kejadian.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Namun, seluruh bangunan rumah panggung telah hangus terbakar dan ketiga korban tidak berhasil diselamatkan.

Jenazah ketiga anak tersebut kemudian dievakuasi dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada malam yang sama di tempat pemakaman umum setempat.

Sementara itu, aparat kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa lokasi kebakaran, serta mendalami penyebab pasti munculnya api.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat menggunakan lilin sebagai sumber penerangan darurat ketika terjadi pemadaman listrik. Di rumah dengan material yang mudah terbakar seperti kayu, api dapat menyebar dalam hitungan menit, terlebih saat kondisi cuaca disertai embusan angin kencang. Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang merenggut tiga nyawa anak tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
kebakaran Sukabumi rumah panggung tiga anak Desa Wangunreja pemadaman listrik