Misteri Kematian Satpam dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur, Korban Hilang Sejak Dini Hari

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 13:00 WIB
Seorang satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta berinisial S, 43, ditemukan tewas dalam keadaan berseragam lengkap di perairan kawasan tersebut (Tribata News Polda Jabar)
Seorang satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta berinisial S, 43, ditemukan tewas dalam keadaan berseragam lengkap di perairan kawasan tersebut (Tribata News Polda Jabar)

RADAR BANYUWANGI – Warga di sekitar Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria di kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban yang diketahui berprofesi sebagai petugas keamanan (satpam) ditemukan dalam kondisi telungkup dengan kedua tangan terborgol ke belakang. Hingga kini, Polda Jawa Barat masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Penemuan jenazah bermula ketika seorang petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi melihat tubuh korban di kawasan tanggul waduk. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan, korban memang bekerja sebagai satpam. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan sempat menghilang dan tidak dapat dihubungi sejak dini hari sehingga rekan-rekan kerjanya berusaha melakukan pencarian.

"Petugas juga mendapati kedua tangan korban terborgol ke belakang," ujar Hendra dalam keterangan resminya, Sabtu (25/7/2026).

Temuan tersebut membuat polisi langsung melakukan serangkaian tindakan di lokasi kejadian. Tim identifikasi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk menjalani autopsi.

Menurut Hendra, penyelidikan masih terus dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap kronologi dan penyebab kematian korban.

"Peristiwa tersebut sedang ditangani oleh Polres Purwakarta. Penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, menganalisis rekaman CCTV, serta menunggu hasil autopsi," katanya.

Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana ataupun penyebab lainnya. Seluruh kemungkinan masih didalami berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan forensik.

Polda Jawa Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menyebarkan spekulasi mengenai penyebab kematian korban.

Menurut Hendra, proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan mengedepankan pembuktian ilmiah. Karena itu, kepolisian meminta masyarakat memberikan ruang bagi penyidik untuk bekerja hingga seluruh fakta berhasil diungkap.

Polda Jabar memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Sementara itu, hasil autopsi dan analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kematian satpam tersebut.

Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh Polres Purwakarta dengan supervisi Polda Jawa Barat. Polisi berharap keterangan para saksi, barang bukti yang telah diamankan, serta hasil pemeriksaan forensik dapat memperjelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Hingga penyelidikan rampung, kepolisian belum menyampaikan dugaan motif maupun kemungkinan pelaku karena proses pengumpulan bukti masih berlangsung. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
Waduk Jatiluhur Polres Purwakarta jenazah satpam hasil autopsi polda jabar