Empat Hari Pencarian, Nelayan Korban Ombak Tanjung Sembulungan Banyuwangi Ditemukan Meninggal Dunia

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 02:00 WIB
Nelayan yang tenggelam di Tanjung Sembulungan ditemukan di Palu Kuning, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, pada Kamis (23/7). (Enggar for Radar Banyuwangi)
Nelayan yang tenggelam di Tanjung Sembulungan ditemukan di Palu Kuning, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, pada Kamis (23/7). (Enggar for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Operasi pencarian nelayan yang hilang di Perairan Tanjung Sembulungan, Banyuwangi, akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, Hambali (60), nelayan asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Palu Kuning, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Kamis (23/7).

Penemuan jenazah tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak korban dilaporkan hilang saat memancing cumi di kawasan Beringinan, Perairan Tanjung Sembulungan, pada Senin dini hari (20/7).

Korban pertama kali ditemukan di pesisir Pantai Palu Kuning sebelum dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju RSUD Blambangan untuk proses identifikasi.

Kanit Satpolairud Muncar Aipda I Wayan Wedhana membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan korban kecelakaan laut di Perairan Tanjung Sembulungan.

"Ya, sudah ditemukan kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Blambangan," ujarnya.

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi terdiri atas personel Basarnas, TNI, Polri, Personel Todak, relawan, dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Komandan Pos TNI AL Muncar Lettu Marjun Susanto menjelaskan, setelah proses evakuasi selesai, jenazah dibawa ke RSUD Blambangan menggunakan mobil siaga Posal Muncar untuk dilakukan identifikasi.

Di rumah sakit, keluarga korban datang untuk memastikan identitas jenazah. Hasil identifikasi memastikan bahwa korban adalah Hambali, nelayan asal Kelurahan Klatak yang sebelumnya dilaporkan hilang.

"Pihak keluarga datang ke RSUD Blambangan memeriksa jenazah dan meyakini bahwa jenazah tersebut adalah almarhum Pak Hambali. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga," terangnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian selama empat hari terakhir. Ia juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Muncar, Satpolairud Muncar, Kantor Perikanan Muncar, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi, Polsek Muncar, RAPI Muncar, hingga nelayan setempat.

Setelah korban ditemukan, sekitar pukul 17.30 WIB tim SAR gabungan menggelar debriefing dan memutuskan mengakhiri operasi pencarian.

"Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi keadaan darurat lainnya," pungkas Oka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hambali dilaporkan hilang setelah perahu sampan (untul) yang digunakannya untuk memancing cumi diterjang ombak setinggi sekitar dua meter di kawasan Beringinan, Perairan Tanjung Sembulungan, Senin dini hari (20/7). Cuaca buruk yang melanda perairan selatan Banyuwangi saat itu menyebabkan korban terjatuh ke laut dan tidak berhasil ditemukan hingga operasi pencarian akhirnya membuahkan hasil empat hari kemudian. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Tanjung Sembulungan Pantai Palu Kuning operasi SAR banyuwangi Nelayan Hilang