Ditinggal Beli Sarapan, Rumah Lansia di Banyuwangi Ludes Terbakar Akibat Kompor Gas

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 02:11 WIB
Sejumlah personel Damkarmat Banyuwangi berusaha memadamkan api yang membakar rumah Suratin di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (23/7). (Damkarmat Banyuwangi)
Sejumlah personel Damkarmat Banyuwangi berusaha memadamkan api yang membakar rumah Suratin di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (23/7). (Damkarmat Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Sebuah rumah milik Suratin, 70, di Lingkungan Krajan Surodilagan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, ludes dilalap api, Kamis pagi (24/7). Kebakaran diduga dipicu kompor gas yang masih menyala saat pemilik rumah keluar membeli sarapan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp75 juta.

Insiden terjadi sekitar pukul 07.20 WIB. Hanya tiga menit berselang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi menerima laporan melalui pusat layanan darurat.

Regu Brama 2 dan Regu Brama 3 langsung diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari markas Damkarmat. Petugas tiba hanya dalam waktu tiga menit perjalanan dan segera melakukan pemadaman.

Api berhasil dikendalikan pada pukul 07.51 WIB, kemudian petugas melanjutkan proses pendinginan (overhaul) untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Penanganan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 08.50 WIB.

Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, hasil asesmen awal menunjukkan kebakaran bermula ketika pemilik rumah merebus air menggunakan kompor gas, lalu meninggalkan rumah tanpa mematikan api.

"Berdasarkan hasil asesmen awal Damkarmat, kebakaran bermula ketika pemilik rumah merebus air menggunakan kompor gas, lalu meninggalkan rumah untuk membeli sarapan tanpa mematikan api," ujarnya.

Api Cepat Membesar Setelah Menyambar Gorden

Saat kejadian, anak pemilik rumah sedang berada di kamar mandi. Ia baru menyadari terjadi kebakaran setelah mencium bau asap dari dalam rumah.

Ketika keluar untuk memeriksa, api diketahui sudah membesar dari arah dapur. Warga sekitar kemudian berdatangan membantu memadamkan api menggunakan air dan peralatan seadanya sembari menghubungi Damkarmat.

Menurut Edy, kobaran api cepat membesar karena menyambar gorden yang berada tepat di dekat kompor. Dari sana, api merambat ke rangka bangunan hingga atap rumah.

"Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dan peralatan seadanya sembari menghubungi Call Center Damkarmat Banyuwangi. Namun, kobaran api dengan cepat membesar karena menyambar gorden yang berada di dekat kompor, kemudian merambat ke rangka dan atap bangunan," jelasnya.

Setibanya di lokasi, petugas menggelar empat selang berdiameter 1,5 inci dan satu selang berukuran 2,5 inci dengan dua nozzle. Penyemprotan difokuskan di sisi timur dan utara bangunan agar api tidak merambat ke rumah-rumah lain yang berdempetan.

Setelah kobaran berhasil dilokalisasi, petugas memusatkan pemadaman pada titik api utama hingga seluruh bara benar-benar padam.

Investigasi Mengarah pada Kelalaian Saat Memasak

Selain memadamkan api, tim investigasi Damkarmat mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan penyebab kebakaran.

Hasil investigasi sementara mengarah pada kelalaian saat memasak. Kompor yang masih menyala diduga menjadi sumber api sebelum akhirnya membakar gorden dan menjalar ke bagian bangunan lainnya.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas memasak yang ditinggalkan dalam keadaan kompor masih menyala. Api kemudian menyambar gorden, membesar, dan merambat ke rangka serta atap rumah. Beruntung laporan cepat dari warga membuat petugas bisa segera datang sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan lain," ungkap Edy.

Meski sebagian besar bangunan dan perabot rumah tangga hangus terbakar, sejumlah barang elektronik seperti televisi, kulkas, laptop, dan kipas angin masih berhasil diselamatkan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, atap rumah beserta sejumlah perabot mengalami kerusakan berat dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp75 juta.

Damkarmat Ingatkan Warga Jangan Tinggalkan Kompor Menyala

Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun peralatan listrik di rumah.

Edy menegaskan, kebiasaan meninggalkan kompor dalam kondisi menyala, meski hanya beberapa menit, memiliki risiko tinggi memicu kebakaran.

"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kompor maupun peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran," tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil saat memasak dapat berujung pada kerugian besar. Respons cepat warga dan petugas Damkarmat berhasil mencegah api meluas ke permukiman padat di sekitar lokasi kejadian. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Rumah Terbakar kelurahan kepatihan Damkarmat Banyuwangi kompor gas kebakaran Banyuwangi