Operasi SAR Kapal Tenggelam Grajagan Berakhir, Seluruh Korban KMN Jurek Berhasil Ditemukan

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 21:00 WIB
DITANDU: Tim SAR gabungan bersama nelayan mengevakuasi jenazah korban kapal tenggelam di Pelabuhan Grajagan, Kamis (23/7). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)
DITANDU: Tim SAR gabungan bersama nelayan mengevakuasi jenazah korban kapal tenggelam di Pelabuhan Grajagan, Kamis (23/7). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Operasi pencarian korban tenggelamnya KMN Jurek Inovasi di perairan Plawangan, Grajagan, Banyuwangi, akhirnya tuntas. Pada hari keempat pencarian, Kamis pagi (24/7), tim SAR gabungan menemukan korban terakhir, Lukman Hadi, 22, anak buah kapal (ABK) asal Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan itu sekaligus menandai berakhirnya operasi SAR setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Jenazah Lukman pertama kali ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 05.40 WIB di Pantai Kayu Duwur, kawasan Perairan PHPA Tegaldlimo, sekitar dua kilometer dari Pelabuhan Grajagan. Nelayan yang menemukan korban segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas gabungan untuk dilakukan proses evakuasi.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono mengatakan, jenazah korban langsung dibawa ke Pelabuhan Grajagan untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

"Korban pertama kali ditemukan nelayan di Pantai Kayu Duwur. Setelah itu langsung dievakuasi oleh tim gabungan ke Pelabuhan Grajagan," ujarnya.

Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi.

"Selanjutnya jenazah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," terang Agus.

Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian resmi dihentikan. Ketua Tim SAR Pelabuhan Grajagan Andi Irawan menyampaikan seluruh unsur SAR gabungan sepakat menutup operasi karena seluruh korban telah ditemukan.

"Alhamdulillah, pada hari keempat operasi, seluruh korban berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dapat kami tutup," tegasnya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI, Polri, Damkarmat, Dinas Perikanan Grajagan, BPBD Provinsi Jawa Timur, SAR Tangi, Mapala Poliwangi, Mahapalus Untag Banyuwangi, hingga nelayan setempat.

Ombak Besar Jadi Pemicu Kapal Terbalik

Tragedi itu terjadi pada Minggu dini hari (20/7) sekitar pukul 04.00 WIB. KMN Jurek Inovasi yang membawa 31 nelayan beserta hasil tangkapan ikan hendak memasuki jalur sempit Plawangan menuju Pelabuhan Grajagan usai melaut.

Saat melintasi jalur yang dikenal memiliki arus dan gelombang kuat, kapal diterjang ombak setinggi sekitar satu hingga dua meter hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.

Komandan Pos TNI AL Grajagan Peltu Andik Karvianyo mengatakan, kapal saat itu dalam perjalanan mengangkut hasil tangkapan menuju pelabuhan.

"Perahu itu membawa ikan menuju pelabuhan. Dalam perjalanan dihantam ombak setinggi sekitar satu hingga dua meter, lalu terbalik," ujarnya.

Insiden tersebut menyebabkan empat nelayan meninggal dunia. Sebelum Lukman ditemukan, tiga korban lain lebih dulu dievakuasi, yakni Purnomo, 60, warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Tegaldlimo; Junairi, 46, warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring; serta Sutrisno, 43, warga Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo.

Seluruh korban kini telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Berakhirnya operasi SAR menutup proses pencarian selama empat hari sekaligus menjadi pengingat tingginya risiko aktivitas pelayaran di jalur Plawangan Grajagan yang dikenal memiliki gelombang tinggi dan arus kuat, terutama saat cuaca di perairan selatan Banyuwangi kurang bersahabat. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Grajagan Banyuwangi Lukman Hadi KMN Jurek Inovasi operasi SAR kapal tenggelam