RADAR BANYUWANGI – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Banyuwangi. Kapal Motor Nelayan (KMN) Jawara tenggelam di Perairan Tanjung Sembulungan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa sore (22/7), setelah bertabrakan dengan KMN Putri saat keduanya hendak berangkat melaut. Beruntung, seluruh 15 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan meski kapal mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam diterjang gelombang.
Insiden tersebut menambah daftar kecelakaan laut di Banyuwangi setelah sebelumnya KMN Inovasi jenis jurek mengalami musibah di Perairan Plawangan.
Berdasarkan keterangan petugas, KMN Jawara mengalami kerusakan serius pada lambung bagian depan setelah berbenturan dengan KMN Putri. Air laut kemudian masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tidak mampu bertahan dan tenggelam.
Kanit Satpolairud Muncar Aipda I Wayan Wedana mengatakan, kecelakaan bermula ketika KMN Jawara berlayar menuju lokasi penangkapan ikan. Saat tiba di kawasan lampu suar kelip di ujung Tanjung Sembulungan, kapal berpapasan dengan KMN Putri yang juga hendak melaut.
Benturan antarkedua kapal tidak dapat dihindari.
"Kedua kapal itu saling bertumburan yang mengakibatkan KMN Jawara rusak lubang pada lambung kapal bagian depan. Karena cuaca dan gelombang tinggi KMN Jawara kemasukan air dan tenggelam," ujarnya.
Seluruh ABK Berhasil Dievakuasi
Komandan Pos TNI AL Muncar Lettu Marjun Susanto membenarkan kejadian tersebut. Proses penyelamatan dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB dengan melibatkan sejumlah kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sebanyak 15 ABK bersama barang-barang yang masih dapat diselamatkan berhasil dievakuasi ke kapal lain.
Tujuh orang dievakuasi menggunakan KMN Putri, lima orang dipindahkan ke KMN Akas, sedangkan tiga ABK lainnya diselamatkan oleh KMN Fanila.
"Tujuh orang dievakuasi KMN Putri, lima orang dievakuasi KMN Akas, dan tiga orang dievakuasi KMN Fanila, semuanya selamat," kata Marjun.
Dipicu Kerusakan Mesin dan Gelombang Tinggi
Marjun menegaskan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi unsur kesengajaan dalam kecelakaan tersebut.
Menurutnya, saat insiden terjadi, KMN Putri mengalami gangguan pada mesin motor tempel sehingga manuver kapal menjadi terbatas. Di sisi lain, KMN Jawara juga kesulitan mengendalikan arah pelayaran akibat kondisi cuaca yang buruk.
Gelombang tinggi, ombak besar, dan angin kencang memperparah situasi hingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Editor : Ali Sodiqin"Sedangkan KMN Jawara tidak bisa mengendalikan posisi kapal di saat gelombang tinggi, ombak besar dan angin kencang. Sehingga terjadilah laka laut," pungkasnya. (why/aif)