RADAR BANYUWANGI – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap dua nelayan yang hilang di perairan Banyuwangi masih belum membuahkan hasil. Memasuki hari ketiga, Rabu (22/7), tim SAR gabungan memperluas penyisiran di laut dan sepanjang pesisir Pantai Grajagan hingga kawasan Perairan Tanjung Sembulungan, Muncar, untuk mencari keberadaan kedua korban.
Dua korban yang masih dalam pencarian adalah Lukman, 25, warga Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, yang hilang di Perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Sementara di Perairan Muncar, tim gabungan masih mencari Hambali, 60, warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, yang dilaporkan hilang saat memancing cumi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan, operasi pencarian di Grajagan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan diawali apel dan briefing seluruh personel SAR gabungan.
Untuk memaksimalkan pencarian, personel dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) yang bekerja secara bersamaan di laut dan daratan.
SRU pertama melakukan penyisiran di atas permukaan laut menggunakan rubber boat Basarnas serta jukung nelayan. Tim menerapkan pola parallel search pattern dengan cakupan area sekitar lima mil laut persegi.
Sementara itu, SRU kedua menyisir secara visual sepanjang Pantai Grajagan ke arah timur sejauh kurang lebih sembilan kilometer guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke bibir pantai.
“SRU pertama melakukan penyisiran di atas permukaan laut menggunakan rubber boat Basarnas dan jukung nelayan dengan pola parallel search pattern pada area pencarian sekitar lima mil laut persegi. Sementara SRU kedua melaksanakan penyisiran visual di sepanjang Pantai Grajagan ke arah timur sejauh kurang lebih sembilan kilometer,” jelas Oka Astawa.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI, Polri, Damkarmat, Dinas Perikanan Grajagan, BPBD Provinsi Jawa Timur, SAR Tangi, Mapala Poliwangi, Mahapalus Untag Banyuwangi, hingga nelayan setempat.
Menurut Oka Astawa, kolaborasi lintas instansi menjadi kekuatan utama untuk memperluas jangkauan pencarian di wilayah laut maupun pesisir.
“Kami berharap korban yang masih hilang dapat segera ditemukan sehingga dapat diserahkan kepada pihak keluarga. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan aspek keselamatan saat melaut,” ujarnya.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di Perairan Grajagan terpantau cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut dinilai masih memungkinkan pencarian dilakukan secara optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel.
Namun hingga operasi hari ketiga berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Lukman.
“Hasil SAR hari ketiga masih belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban yang hilang di Perairan Grajagan,” terang Oka Astawa.
Di lokasi berbeda, pencarian terhadap Hambali juga terus dilakukan oleh tim gabungan. Kanit Satpolairud Muncar Aipda Wayan Wedana mengatakan fokus penyisiran dipusatkan di kawasan Perairan Tanjung Sembulungan yang menjadi lokasi terakhir korban diperkirakan berada.
Editor : Ali Sodiqin“Untuk pencarian Hambali, pemancing cumi yang hilang juga masih belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban,” pungkasnya. (why/aif)