KAI Siapkan Area Bawah Rel Layang Jadi Ruang Bermain, Respons Maraknya Liga Aspal di Jakarta

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 06:33 WIB
Ilustrasi - PT KAI Daop 1 Jakarta bersama Pemprov DKI dan DJKA mengoptimalkan area bawah rel layang menjadi RPTRA dan fasilitas olahraga warga. (Pexels/Jeffry Surianto)
Ilustrasi - PT KAI Daop 1 Jakarta bersama Pemprov DKI dan DJKA mengoptimalkan area bawah rel layang menjadi RPTRA dan fasilitas olahraga warga. (Pexels/Jeffry Surianto)

RADARBANYUWANGI.ID - Maraknya fenomena "liga aspal" atau kompetisi sepak bola jalanan di kawasan permukiman padat Jakarta mendorong hadirnya solusi penyediaan ruang bermain yang lebih aman bagi anak-anak.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan resmi menyinergikan pemanfaatan area di bawah jalan layang kereta api sebagai ruang publik.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur pemanfaatan aset negara agar memiliki manfaat sosial sekaligus mendukung kebutuhan ruang aktivitas masyarakat.

Kawasan di bawah jalur rel layang nantinya akan difungsikan sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk olahraga.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, kerja sama tiga instansi tersebut menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan aset perusahaan sekaligus menyediakan ruang aktivitas yang lebih layak bagi masyarakat.

"Sudah ada kerja sama tiga instansi mengenai pemanfaatan area di bawah jalan layang kereta api sebagai RPTRA. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan anak-anak, termasuk bermain sepak bola atau olahraga lainnya," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Franoto, kehadiran RPTRA di bawah jalur rel layang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.

Selain menjaga aset PT KAI tetap produktif dan tertata, fasilitas tersebut juga menjadi alternatif ruang bermain yang aman dan positif bagi anak-anak.

Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merespons maraknya fenomena liga aspal di sejumlah wilayah padat penduduk.

Beberapa kompetisi sepak bola jalanan yang sempat menjadi perhatian publik antara lain Liga Akamsi di kawasan Tambora, Jakarta Barat, serta Liga Aspal di Menteng Jaya, Jakarta Pusat.

Fenomena tersebut muncul karena terbatasnya ruang terbuka hijau serta tingginya biaya penyewaan lapangan futsal komersial di ibu kota.

Di sisi lain, aktivitas bermain sepak bola di jalan raya dinilai memiliki risiko keselamatan yang tinggi karena bersinggungan langsung dengan lalu lintas kendaraan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai kemunculan liga aspal menjadi indikator masih terbatasnya fasilitas olahraga yang mudah diakses masyarakat, terutama di kawasan permukiman padat.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan sarana olahraga yang lebih representatif untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus pembinaan bakat anak sejak dini.

"Walaupun belum semuanya bisa dilakukan sekaligus, beberapa fasilitas saat ini mulai kami bangun dan optimalkan kembali," kata Pramono.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
liga aspal kai daop 1 jakarta pramono anung