RADAR BANYUWANGI – Ganasnya ombak di perairan selatan Banyuwangi kembali memakan korban. Sebuah perahu gardan pengangkut hasil tangkapan ikan yang membawa 31 nelayan terbalik setelah dihantam gelombang saat hendak memasuki Plawangan menuju Pelabuhan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Minggu dini hari (20/7). Akibat insiden tersebut, dua nelayan ditemukan meninggal dunia, dua lainnya masih dinyatakan hilang, sementara 27 orang berhasil selamat.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika perahu gardan berukuran sekitar 25–30 Gross Tonnage (GT) dalam perjalanan pulang usai melaut. Saat memasuki jalur sempit Plawangan yang dikenal memiliki arus dan gelombang kuat, kapal diterjang ombak setinggi sekitar 1 hingga 2 meter hingga akhirnya kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Komandan Pos TNI AL Grajagan Peltu Andik Karvianyo mengatakan, perahu saat itu membawa hasil tangkapan ikan menuju Pelabuhan Grajagan.
"Perahu itu membawa ikan menuju pelabuhan. Dalam perjalanan dihantam ombak yang tingginya sekitar 1 meter hingga 2 meter, lalu terbalik," ujarnya.
Begitu kapal terbalik, seluruh anak buah kapal (ABK) berupaya menyelamatkan diri. Mereka berenang sambil memanfaatkan berbagai benda yang mengapung, seperti galon dan peralatan lain, untuk bertahan di tengah gelombang.
"Dari insiden kecelakaan tersebut, 27 nelayan selamat, dua meninggal dunia, dan dua lainnya masih dalam pencarian," kata Andik.
Dua Nelayan Meninggal, Dua Masih Dicari
Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono membenarkan jumlah korban dalam kecelakaan laut tersebut.
Dua nelayan yang ditemukan meninggal dunia adalah Purnomo, 60, warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Tegaldlimo, dan Junairi, 46, warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.
Sementara dua nelayan yang hingga kini masih dinyatakan hilang adalah Lukman, warga Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, serta Sutris, warga Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo.
"Kedua orang yang ditemukan meninggal langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman. Sedangkan dua orang yang hilang masih dalam pencarian," terang Agus.
Tim Gabungan Sisir Lokasi Tenggelam
Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TNI AL, Polri, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pencarian difokuskan di sekitar Plawangan Grajagan hingga area pelabuhan yang diduga menjadi lokasi terakhir dua korban terlihat sebelum hilang terseret arus.
Di lokasi kejadian, sejumlah pecahan badan perahu terlihat terbawa ombak dan terdampar di sekitar kawasan Pelabuhan Grajagan. Sementara itu, aparat juga mengumpulkan keterangan dari para nelayan yang selamat untuk membantu proses pencarian dan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan.
Peristiwa ini menjadi kecelakaan laut kedua dalam waktu berdekatan di perairan selatan Banyuwangi. Aparat kembali mengingatkan nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi cuaca serta tinggi gelombang sebelum melaut, mengingat kondisi laut selatan masih dipengaruhi gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin