Pemancing Cumi Asal Banyuwangi Hilang Diterjang Ombak 2 Meter di Perairan Muncar

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:38 WIB
BERSANDAR: KMN Manja dan dua ABK dievakuasi di Pelabuhan Muncar kemarin (20/7). (Marjun for Radar Banyuwangi)
BERSANDAR: KMN Manja dan dua ABK dievakuasi di Pelabuhan Muncar kemarin (20/7). (Marjun for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Aktivitas memancing cumi di tengah cuaca buruk berujung petaka. Seorang pemancing asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, dilaporkan hilang setelah perahu sampan (untul) yang ditumpanginya diterjang ombak setinggi sekitar dua meter di kawasan Beringinan, Perairan Muncar, Senin dini hari (20/7). Hingga Senin siang, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Korban diketahui bernama Hambali, 60, warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Ia berangkat melaut bersama dua rekannya, Indala, 60, dan Ibrahim, 55, sejak Sabtu (18/7) menggunakan kapal motor nelayan (KMN) Manja berukuran 5 Gross Tonnage (GT) dari Pantai Tanjung, Kecamatan Kalipuro.

Komandan Pos TNI AL Muncar Lettu Marjun Susanto menjelaskan, ketiga nelayan tersebut bertolak menuju Perairan Muncar untuk memancing cumi.

"Ketiga orang itu berangkat dari Pantai Tanjung menuju Perairan Muncar untuk memancing cumi," ujarnya.

Setibanya di kawasan Beringinan, mereka menurunkan sebuah perahu kecil atau untul sebagai sarana memancing. Hambali berada seorang diri di atas untul yang berjarak sekitar 10 meter dari kapal induk dan sekitar 7 meter dari bibir daratan.

Saat itu kondisi cuaca di lokasi tidak bersahabat. Gelombang laut mencapai sekitar dua meter sehingga membahayakan aktivitas nelayan.

"Saat itu kondisi cuaca buruk, ombak sekitar dua meter," kata Marjun.

Tak lama kemudian, ombak besar menghantam untul yang ditumpangi Hambali hingga tenggelam. Korban masih sempat memberikan tanda keberadaannya dengan menyalakan senter, namun beberapa saat kemudian hilang dari pantauan.

Dua rekannya langsung berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga menjelang pagi. Mereka juga dibantu seorang nelayan lain, Tarmidi, menggunakan KMN Sinar Jaya. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

"Rekannya sempat mencari keberadaan korban sampai pagi di sekitar lokasi kejadian. Yang ditemukan hanya perahu sampannya," terang Marjun.

Setelah upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, KMN Manja bergerak menuju Pantai Sembulungan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Perlindungan Alam (PA) Taman Nasional Alas Purwo. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Pos TNI AL Muncar.

Menerima laporan tersebut, unsur gabungan yang terdiri atas TNI Angkatan Laut, Polri, dan Basarnas segera diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam.

Sementara itu, dua anak buah kapal (ABK) yang selamat telah dipulangkan ke rumah melalui jalur darat.

Hingga berita ini ditulis, proses pencarian terhadap Hambali masih terus berlangsung dengan menyisir perairan sekitar kawasan Beringinan. Petugas mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama ketika gelombang tinggi dan cuaca buruk masih terjadi di wilayah selatan Banyuwangi. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
ombak besar Perairan Muncar pemancing hilang banyuwangi pencarian korban