RADAR BANYUWANGI – Pencarian terhadap Khatimah, 87, warga Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Banyuwangi, berakhir duka. Lansia yang tinggal seorang diri itu ditemukan meninggal dunia di dalam sumur pada Sabtu (19/7) malam setelah sepasang sandalnya terlihat mengapung di permukaan air. Proses evakuasi dilakukan tim gabungan Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Polsek Srono.
Korban sebelumnya dilaporkan tidak terlihat sejak siang hari. Berdasarkan keterangan warga, Khatimah masih sempat berada di sekitar rumahnya sekitar pukul 10.00. Namun, memasuki pukul 13.00, keberadaannya sudah tidak diketahui sehingga warga bersama keluarga mulai melakukan pencarian.
Pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga sekitar pukul 17.40. Saat itulah salah seorang anggota keluarga melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam sumur yang berada di sekitar rumah korban.
"Salah satu anggota keluarga melihat ke dalam sumur dan menemukan sepasang sandal milik korban mengapung di permukaan air," ujar Petugas Damkarmat Sektor Srono, Heri Siswanto.
Temuan tersebut membuat warga menduga korban berada di dalam sumur. Mereka sempat berupaya menguras air sumur agar kondisi di dalamnya dapat terlihat lebih jelas. Setelah tubuh korban mulai tampak, warga memilih menghentikan proses evakuasi secara mandiri karena kondisi sumur dinilai berisiko dan membahayakan keselamatan.
Laporan kemudian disampaikan kepada Damkarmat Sektor Srono. Tak lama berselang, tim gabungan dari Damkarmat, Basarnas, dan Polsek Srono tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dengan prosedur penyelamatan yang sesuai.
Satu petugas rescue Damkarmat, Ribut Hendrianto, diturunkan ke dalam sumur menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap. Sementara petugas lainnya bersama personel Basarnas melakukan penanganan dari permukaan hingga proses pengangkatan korban berhasil dilakukan.
"Setibanya di lokasi kejadian, satu orang petugas rescue Damkarmat, Ribut Hendrianto turun ke sumur untuk melaksanakan evakuasi menggunakan pengamanan lengkap. Sementara tim Damkarmat bersama tim Basarnas melakukan penanganan dari permukaan terhadap korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," jelas Heri.
Kapolsek Srono AKP Sutarkam membenarkan kejadian tersebut. Setelah jenazah berhasil dievakuasi, tim medis dari Puskesmas Kebaman melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban selama ini hidup seorang diri serta memiliki riwayat gangguan ingatan atau pikun.
"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi," ujar AKP Sutarkam.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lansia yang tinggal sendiri, terutama mereka yang memiliki gangguan daya ingat, guna meminimalkan risiko kecelakaan di lingkungan rumah. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin