Bedeng Mes Pekerja di Tegalsari Banyuwangi Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Bara Pembakaran Sampah

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:30 WIB
SI JAGO MERAH: Bedengan Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, terbakar, Sabtu dinihari (19/7). (Istimewa)
SI JAGO MERAH: Bedengan Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, terbakar, Sabtu dinihari (19/7). (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Nasib apes menimpa Dimas Iqbal Prayoga, 32, warga Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Bangunan semi permanen yang selama ini difungsikan sebagai mes pekerja miliknya hangus dilalap api pada Sabtu dini hari (19/7). Dugaan sementara, kebakaran dipicu bara api dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan saat masih menyala.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.00. Suasana malam yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan ketika seorang petani yang rumahnya berada di sekitar lokasi melihat kobaran api membumbung tinggi dari bedeng berukuran sekitar 6 x 5 meter tersebut.

Saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan itu bergegas mendatangi lokasi dan berupaya memadamkan api secara gotong royong. Mereka mengambil air dari sungai terdekat dengan bantuan pompa air untuk menghambat kobaran si jago merah.

"Bedengan semi permanen itu biasanya digunakan istirahat orang-orang kerja di sekitar situ," ujar petugas Damkarmat Sektor Bangorejo, Agus Rifai.

Namun, upaya warga tidak mampu menghentikan laju api. Material bangunan yang didominasi kayu, bambu, papan, tripleks, serta beratap seng dan asbes membuat kobaran api cepat membesar dan melalap seluruh bangunan.

Melihat kondisi semakin kritis, Dimas Iqbal selaku pemilik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi.

"Korban kemudian langsung laporan kepada kami terkait kebakaran tersebut," kata Agus.

Mendapat laporan, Tim Damkarmat Sektor Bangorejo segera bergerak menuju lokasi menggunakan mobil suplai dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD) lengkap. Menempuh jarak sekitar 5,5 kilometer, petugas tiba di lokasi pukul 00.17 dan langsung melakukan pemadaman.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan di seluruh area untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa sehingga mencegah kebakaran kembali terjadi.

"Setelah api utama berhasil padam, tim langsung melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi. Hal ini penting guna mencegah terjadinya penyalaan ulang (re-ignition)," jelasnya.

Hasil investigasi awal bersama keterangan para saksi mengarah pada dugaan kelalaian sebagai penyebab kebakaran. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang ditinggalkan dalam kondisi masih menyala. Embusan angin membuat bara beterbangan hingga menyambar dinding bedeng yang mudah terbakar dan memicu kebakaran besar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Saat kebakaran terjadi, mes pekerja sedang dalam keadaan kosong.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini karena mes pekerja tersebut sedang dalam kondisi kosong," terang Agus.

Meski tidak menimbulkan korban, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta. Seluruh bangunan beserta isinya, mulai perabotan dapur, lemari pakaian, televisi hingga kulkas, ludes terbakar.

Damkarmat Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah. Api harus dipastikan benar-benar padam sebelum lokasi ditinggalkan agar tidak memicu kebakaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun warga sekitar.

"Kami imbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat membakar sampah," pungkas Agus. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Tegalsari Banyuwangi bedeng terbakar pembakaran sampah Damkarmat Banyuwangi kebakaran Banyuwangi